ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AXA Mandiri Cetak Laba Rp 1,18 Triliun, Naik 15,6 Persen

Senin, 27 Februari 2023 | 19:56 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo Gunawan Kusuma usai peluncuran produk asuransi penyakit kritis, Asuransi Mandiri Secure CritiCare, di Jakarta, Senin, 27 Februari 2023. 
Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo Gunawan Kusuma usai peluncuran produk asuransi penyakit kritis, Asuransi Mandiri Secure CritiCare, di Jakarta, Senin, 27 Februari 2023.  (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Jakarta, Beritasatu.com - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berhasil membukukan laba bersih Rp 1,18 triliun, atau tumbuh 15,63% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun 2022.

Mengacu laporan keuangan perusahaan, perolehan tersebut ditopang penurunan nilai aset dalam laporan laba/rugi sebesar Rp 892,28 miliar pada tahun 2022. Sedangkan di tahun sebelumnya, AXA Mandiri mencatat kenaikan nilai aset yang menjadi faktor pengurang laba sebesar Rp 2,97 triliun.

Dari sisi top line, pendapatan premi perusahaan sejalan dengan perkembangan secara industri. Pendapatan premi AXA Mandiri tercatat mencapai Rp 12,22 triliun, turun 4,90% (yoy) pada 2022. Begitu juga, hasil investasi yang menurun tipis 2,87% (yoy) menjadi Rp 1,82 triliun.

ADVERTISEMENT

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo Gunawan Kusuma mengatakan, perusahaan tetap membuktikan komitmennya kepada para nasabah dengan pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp 1,60 triliun. Sedangkan klaim penebusan unit dibukukan melonjak 40,77% (yoy) menjadi Rp 10,31 triliun.

"Kinerja untuk tahun ini lebih optimistis lagi. Tahun lalu kita ada pertumbuhan, tahun ini kita lebih optimistis lagi," kata Handojo Gunawan Kusuma, di Jakarta, Senin (27/2/2023).

Dia menjelaskan, bisnis AXA Mandiri datang dari ekosistem Grup Mandiri. Jadi kesempatan untuk memberikan solusi perlindungan dari nasabah-nasabah Bank Mandiri masih sangat besar. Produk-produk yang disediakan AXA Mandiri juga cukup variatif, baik dari produk asuransi tradisional maupun unit link.

"Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan nasabah, desain produk juga begitu. Unit link yang ada proteksi critical illness juga kita punya. Tapi itu untuk segmen yang melek investasi, jadi mereka tau ada potensi investasi. Kalau produk tradisional, itu banyak ke segmen pasar yang memang maunya lebih pasti," ujar Handojo.

Lebih dari itu, kanal pemasaran produk yang dimiliki perusahaan cukup variatif. Selain fokus pada pemasaran secara refferal dengan Bank Mandiri, perusahaan turut memanfaatkan pemasaran secara digital lewat aplikasi EMMA.

"Perusahaan juga aktif menawarkan produk secara langsung oleh staf bank, telemarketing, serta penjualan ke segmen komersial dan UKM," tandasnya.

Handojo mengungkapkan, AXA Mandiri memiliki aspirasi bisa memberikan lebih banyak proteksi kepada masyarakat Indonesia. Apalagi sejak pandemi melanda dunia, banyak orang semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memproteksi diri dengan asuransi.

"Kenapa hidup sehat ini penting? Ini berhubungan dengan produk yang akan kita umumkan yaitu Asuransi Mandiri Secure CritiCare, dimana produk ini sebenarnya sudah bukan suatu inovasi baru, tapi secara kontekstual ini lebih dari sekedar perlindungan," ujar Handojo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon