ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur BI: GNPIP Sukses Turunkan Inflasi Pangan di 2022

Minggu, 5 Maret 2023 | 17:53 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam kegiatan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023, Minggu, 5 Maret 2023.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam kegiatan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023, Minggu, 5 Maret 2023. (B Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan dengan adanya kebijakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2022 yang dimulai pada Juli hingga akhir tahun 2022 berdampak positif pada penurunan inflasi pangan pada tahun 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sinergi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP)/ Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan GNPIP turut mendorong penurunan inflasi pangan di seluruh wilayah. Pelaksanaan GNPIP dapat menurunkan inflasi pangan dari 11,47% secara tahunan pada Agustus menjadi 5,61% di akhir 2022.

"Saat itu inflasi pangan adalah 14,7% tetapi berhasil dengan GNPIP inflasi pangan langsung turun di akhir desember 5,61%, puji syukur ini hasil yang sangat luar biasa," ucap Perry Warjiyo dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023, di Jakarta, Minggu (5/3/2023).

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaan GNPIP tahun 2022, BI mengadakan 2.638 pasar murah di 46 kantor perwakilan, 63 kerja sama antar daerah, 75 program subsidi ongkos angkut, dan menyalurkan 2,4 juta polybag untuk gerakan tanam cabai di 46 kantor perwakilan di daerah.

BI juga melaksanakan 86 program replikasi model bisnis, menyalurkan alat dan mesin pertanian senilai Rp32,21 miliar di 45 kantor perwakilan, dan menjalankan 48 program digitalisasi data dan informasi.

Untuk pelaksanaan GNPIP tahun 2023 ini BI menargetkan dapat menyelenggarakan pasar murah di 4.683 titik, menyalurkan 2,63 juta bibit dalam program pangan mandiri, mereplikasi best practice program pangan di 100 klaster, menjalankan 74 program hilirisasi pangan, 113 program pupuk organik, dan menyalurkan alat dan mesin pertanian senilai Rp 36,15 miliar.

Perry menjelaskan, BI turut melaksanakan 108 program kerja sama daerah tangani inflasi pangan, 190 program distribusi pangan, 58 program digitalisasi data, 115 program capacity building untuk tim pengendali inflasi daerah, 122 kegiatan diversifikasi pangan, dan 461 kegiatan untuk penguatan koordinasi kelembagaan.

Pada tahun 2023 ini BI akan mengoptimalisasi operasi pasar murah, memperkuat ketahanan pangan dengan berbagai program, meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang telah disalurkan, memperkuat kerja sama antar daerah, memfasilitasi distribusi pangan, memperkuat infrastruktur teknologi informasi komunikasi, dan memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait.

"Pada tahun 2023 ini mari kita terus perkuat sinerg idan inovasi agar GNPIP semakin sukses," tandas Perry.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Pupuk Melonjak, Inflasi Pangan Mengintai

Harga Pupuk Melonjak, Inflasi Pangan Mengintai

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon