ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stok Nikel Merdeka Battery Bisa Diproduksi hingga 20 Tahun

Jumat, 31 Maret 2023 | 09:53 WIB
ZS
WP
Penulis: Zsazya Senorita | Editor: WBP
Konferensi pers paparan publik IPO PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Konferensi pers paparan publik IPO PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (B Universe Photo/Zsazya Sonerita)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) milik Boy Thohir dan Sandiaga Uno mengeklaim pihaknya punya sumber daya nikel yang dapat diproduksi sampai lebih 20 tahun. Emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 April ini, menyatakan punya 13,8 juta ton nikel melalui anak usaha, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

"Saat ini kami masih berada pada fase awal untuk berekspansi ke industri hilir di sepanjang rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik yang akan terintegrasi secara vertikal dengan sumber daya nikel yang mampu berproduksi lebih dari 20 tahun," kata Presiden Direktur MBMA Devin Ridwan dalam konferensi pers paparan publik IPO MBMA di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Menurut dia, Merdeka Battery Materials akan memiliki dukungan lebih kuat melalui IPO untuk mengeksekusi setiap rencana strategis di masa mendatang. Sebagai pemilik tambang dengan salah satu sumber kandungan nikel terbesar di dunia, MBMA yakin bisa mengambil peluang hilirisasi rantai nilai baterai kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

"Dengan IPO ini MBMA akan memastikan bahwa rencana strategis perusahaan dapat berjalan maksimal. Sehingga Merdeka Battery Materials dapat mengoptimalkan sumber daya kami untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan bermotor listrik dunia di masa depan," sambung Devin.

Perusahaan riset Wood Mackenzie memperkirakan, penetrasi kendaraan listrik atau mobil listrik secara global pada 2040 akan mencapai 69% dibandingkan penetrasi saat ini 19%. Sedangkan penjualan kendaraan listrik dunia diprediksi meningkat dari 16 menjadi 93 juta kendaraan antara 2022 dan 2040.

MBMA berencana menggunakan dana hasil IPO antara lain untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel, seperti fasilitas HPAL, konverter nikel matte serta fasilitas produksi asam sulfat melalui proyek Acid Iron Metal I (AIM I).

Keberadaan fasilitas HPAL dan nikel matte merupakan salah satu komponen penting untuk menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat dalam hilirisasi rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik. Asam sulfat juga menjadi salah satu material yang mendukung pemrosesan di fasilitas HPAL.

Sebagian lainnya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja anak usaha, di antaranya SCM yang memiliki sumber daya lebih dari 1,1 miliar bijih dry metric tonne, mengandung 13,8 juta ton nikel dengan kadar 1,22% Ni dan 1 juta ton kobalt pada kadar 0,08% Co. Kapasitas produksi tambang SCM diperkirakan akan mencapai 14,6 juta wet metric tonnes pada 2024.

Adapun pemegang saham Merdeka Battery terdiri dari PT Merdeka Energi Nusantara 54,82%, Garibaldi ‘Boy’ Thohir 12,41%, Huayong International (Hong Kong) Limited 8,45%, Winato Kartono (pendiri Provident Capital Indonesia) 7,05%, PT Prima Langit Nusantara 4,64%.

Selain itu, PT Prima Puncak Mulia 4,22%, Hardi Wijaya Lion 3,02%, Philip Suwardi Purnama 2,69%, Edwin Soeryadjaya (pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk) 2,38%, Agus Superiadi 0,24%, dan Trifena 0,08%.

Dalam penjelasan perseroan di e-ipo.co.id dijabarkan bahwa Grup MBM didukung oleh sponsor yang terdiri dari Grup Provident, Grup Saratoga, dan Garibaldi Thohir.

Berita ini juga sudah tayang di Investor.id dengan judul: Kelar IPO, Merdeka Battery (MBMA) Langsung Garap Proyek US$ 1,2 miliar



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon