Resmi Melantai di BEI, Market Cap Merdeka Battery Tembus Rp 95,58 T
Selasa, 18 April 2023 | 19:41 WIB
Rencananya, dana hasil IPO Merdeka Battery antara lain untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel.
Salah satunya, fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) I tahap I dengan kapasitas 60.000 ton per tahun. Fasilitas ini untuk menghasilkan material dalam rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.
Sebagian lainnya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja anak usaha, di antaranya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). SCM merupakan salah stu perusahaan tambang nikel dengan kandungan nikel terbesar di dunia.
Saat ini SCM memiliki sumber daya lebih dari 1,1 miliar bijih dry metric tonne yang mengandung 13,8 juta ton nikel dengan kadar 1,22% Ni dan 1 juta ton kobalt pada kadar 0,08% Co.
Kapasitas produksi tambang SCM diperkirakan akan mencapai 14,6 juta wet metric tonnes pada 2024. MBM juga akan memakai dana IPO untuk melunasi pinjaman.
Sebagai salah satu penjamin emisi, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk David Agus mengatakan, sebagian besar saham MBMA dialokasikan kepada investor institusi. Namun, antusiasme investor ritel dalam IPO ini yang mencapai lebih dari 33.000 pemesan. Besarnya minat investor dalam IPO MBMA, disebut-sebut terlihat sejak penawaran awal.
"Besarnya penawaran saham yang masuk menandakan bahwa investor juga sangat optimistis dengan prospek bisnis hilirisasi tambang nikel dan pengembangan rantai nilai bahan baku electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan bermotor listrik yang dikembangkan MBM," kata David.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




