ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bunga Fed Naik, Ini Dampaknya ke Bursa dan Pasar Obligasi Indonesia

Jumat, 5 Mei 2023 | 05:49 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Mata uang dolar Amerika.
Mata uang dolar Amerika. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu (3/5/2023), menaikkan suku bunga 25 Bps menjadi 5,00%-5,25%, sekaligus mengirimkan sinyal pengetatan kebijakan moneter akan segera berakhir. Hal ini dinilai akan berdampak positif pada pasar saham dan obligasi Indonesia.  

Analis PT Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mengatakan, kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang dilakukan The Fed sebesar 25 basis poin (bps) sudah sesuai ekspektasi para pelaku pasar. Hal ini bisa terjadi berkat tren perekonomian AS yang mulai melambat sehingga ruang The Fed untuk menaikkan suku bunga semakin sempit. "Ke depannya The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, dan kondisi tersebut akan mengurangi tekanan bagi Indonesia," jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (4/5/23).

Dengan tekanan yang berkurang, maka aliran modal asing ke pasar saham dan obligasi diproyeksikan akan tetap konsisten. Seiring dengan itu, rupiah akan terus berada dalam tren penguatan.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, karena pergerakan FFR akan tertahan dan cenderung stabil, maka saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan diuntungkan karena memiliki eksposur kredit ke sektor domestik dan individu yang tidak terlalu terdampak oleh guncangan makroekonomi global. "Untuk target harga, BBRI pada Rp 6.400 dan juga BBTN pada Rp 1.900," ujarnya

Diketahui Fed menaikkan suku bunga sesuai proyeksi pasar, tetapi dalam pernyataan kebijakan bank tersebut dihilangkan frasa "mengantisipasi" adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Perubahan ini tidak menutup kemungkinan Komite Penetapan Kebijakan Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga kembali saat bertemu di bulan Juni.

Namun Ketua The Fed Jerome Powell, mengatakan bahwa saat ini masih belum pasti apakah akan ada kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi inflasi tinggi, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan dan risiko pengawasan kredit ketat oleh bank-bank di depan mata.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gubernur Fed Lisa Cook Dipecat Trump Terkait Tuduhan Penipuan

Gubernur Fed Lisa Cook Dipecat Trump Terkait Tuduhan Penipuan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon