Industri Daur Ulang Beri Nilai Tambah Sampah Plastik Kresek
Senin, 26 Juni 2023 | 17:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Industri daur ulang telah memberi nilai tambah sampah plastik low value atau biasa disebut plastik kresek sekali pakai. Sisa produk plastik low value bahkan dapat diolah tanpa sisa atau dikonversi seluruhnya melalui proses pirolisis.
"Banyak stigma negatif beredar di masyarakat terkait plastic low value yang tidak bisa didaur ulang dan tidak berharga. Kita harus luruskan persepsi ini karena apabila dikelola dengan baik akan mendatangkan penghasilan ekosistem daur ulang," ujar Vice Chairwoman Indonesian Plastics Recyclers (IPR), Amelia Maran di Jakarta, Senin (26/6/2023).
Menurut Amelia, industri daur ulang membutuhkan pasokan bahan baku dari berbagai jenis material, salah satunya plastik low value seperti kresek. Plastik kresek bekas yang sepertinya tidak diminati pengepul, ternyata memiliki market sendiri karena mudah dikumpulkan dan di daur ulang.
"Bagi para pemulung plastik, jenis plastik low value ini menjadi sumber pendapatan dan memberikan kesejahteraan bagi mereka. Banyak dari pengangguran dan pendatang dengan pendidikan rendah mengadu nasib dan mencari penghasilan menjadi pengumpul sampah plastik," paparnya.
Amelia mengkritik pihak-pihak yang kerap menyalahkan sampah plastik sebagai objek, tapi bukan mempersoalkan perilaku membuang sampah, dan bagaimana pengelolaan sampah.
"Saat ini, pabrik semen pun sudah melirik sampah plastik ini sebagai alternative fuel atau bahan bakar. Jadi ditargetkan selain batubara, mereka juga harus menggunakan bahan bakar alternatif yang salah satunya plastik tersebut. Penyerapan masalah plastik sudah hampir selesai, tinggal bagaimana mengolaborasikan saja," tambahnya.
Ekosistem industri daur ulang tidak terlepas dari pekerja-pekerja di sektor informal yang setidaknya melibatkan tiga pemain Utama, yaitu produsen, konsumen, dan sektor industri daur ulang.
Mengutip data Kemenperin, industri daur ulang telah menyerap tenaga kerja mulai dari pemulung dengan populasi mencapai lebih dari 3 juta orang, sekitar 160.000 pengepul, 100.000 orang di sektor pemasok, dan lebih dari 60.000 tenaga kerja di sektor pengolah skrap plastik.
BACA JUGA
Sepatu Bekas untuk Daur Ulang dari Singapura Diimpor ke Indonesia, Kemperin Bakal Awasi Pelabuhan
Lebih jauh, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly menambahkan, para pemulung di TPST Bantargebang mampu mengurangi sampah plastik low value sebanyak +/- 1.600 ton per hari. Selain mudah didapat, volume plastik low value juga cukup besar dan lebih singkat proses pemilahannya. Meskipun harganya rendah, plastik ini bisa mendatangkan keuntungan bagi pemulung.
"Diharapkan, pemulung bisa diakui menjadi salah satu pahlawan lingkungan. Dengan begitu, juga bisa mendapatkan fasilitas jaminan sosial seperti pekerja formal seperti jaminan sosial, peningkatan usaha berbasis KUP dan KIP serta kerja sama yang berkelanjutan untuk kesejateraan Pemulung di Indonesia," ujar Pris Polly.
Sementara itu, Circular Economy Sr. Specialist Chandra Asri, Nicko Setyabudi sangat mengapresiasi peran industri daur ulang di Indonesia terutama pemulung yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah di Indonesia.
"Kami percaya bahwa industri daur ulang kini bisa dilakukan dengan kolaborasi, seperti Chandra Asri yang berkolaborasi menciptakan fasilitas pengelolaan sampah yang terintegrasi bersama dengan masyarakat," ujarnya.
Chandra Asri membina fasilitas industri daur ulang di cilegon untuk menjalankan program berkelanjutan berbasis ekonomi sirkuler, yaitu Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI).
Hingga akhir tahun 2022, fasilitas IPST ASARI telah mengelola 21.024kg sampah plastik dan menghasilkan 8.204 liter bahan bakar minyak (PLUSRI).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




