ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kinerja Keuangan Impresif Jadi Penopang Reli Bullish Saham PGEO

Senin, 10 Juli 2023 | 14:59 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WDP
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon. (Dok. Pertamina)

Jakarta, Beritasatu.com - Pertamina Geothermal Energy (PGEO) telah mencatat kinerja positif dalam dua bulan terakhir, didukung oleh pencapaian yang mengesankan dalam kinerja keuangan perusahaan.

Setelah mencapai level terendah pada tanggal 10 April lalu dengan harga Rp 615, saham PGEO perlahan mulai pulih dan ditutup pada harga Rp 825 per saham pada perdagangan terakhir. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, saham PGEO mengalami kenaikan sebesar 34%.

Tren positif saham PGEO dalam dua bulan terakhir didorong oleh laporan keuangan yang sangat baik untuk tiga bulan pertama tahun ini. Selama kuartal I-2023, laba bersih PGEO meningkat sebesar 49,3% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 46,96 juta atau sekitar Rp 704,4 miliar dengan asumsi kurs Rp 15.000/US$.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kinerja pendapatan perusahaan juga meningkat sebesar 19% (yoy) menjadi US$ 102,61 juta (Rp 1,54 triliun). Pendapatan tersebut masih didominasi oleh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang (39%), Lahendong (21%), dan Ulubelu (27%).

Meskipun kontribusi WKP Karaha (2,5%) dan Lumut Balai (10,5%) masih relatif kecil, keduanya mencatat pertumbuhan pendapatan yang paling signifikan, dengan WKP Karaha mengalami kenaikan pendapatan sebesar 416% secara tahunan. Hal ini menunjukkan adanya potensi bisnis yang besar bagi perusahaan di masa depan.

Perusahaan juga berhasil mencapai efisiensi yang terbukti dengan menurunnya beban umum dan administrasi sebesar 50% menjadi hanya US$ 517 ribu, sambil tetap mencatatkan peningkatan pendapatan keuangan dan lain-lain.

Keadaan keuangan yang sehat ini menjadi alasan bagi sejumlah analis untuk merekomendasikan saham PGEO dengan peringkat "beli". Setidaknya ada tiga analis dari perusahaan sekuritas ternama di Indonesia yang memberikan peringkat tersebut, yaitu Mandiri Sekuritas dengan target harga Rp 1.200 per saham, BRI Danareksa Rp 1.050 per saham, dan Bahana Sekuritas di harga Rp 1.090 per saham.

Ketiga target harga tersebut mengindikasikan potensi kenaikan harga saham PGEO sekitar 27% hingga 45%. Beberapa faktor yang ditekankan oleh para analis yang membuat mereka percaya bahwa saham PGEO dapat terus tumbuh di masa depan termasuk posisi perusahaan sebagai pemimpin Energi Baru Terbarukan di Indonesia dengan cadangan yang fantastis, serta potensi besar yang belum dimanfaatkan di Indonesia dan perubahan kebijakan menuju visi lingkungan yang lebih hijau.

Selain itu, kondisi arus kas yang stabil yang diperoleh melalui kontrak yang menguntungkan juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan perusahaan secara konsisten. Terakhir, kebijakan dividen yang besar dari PGEO juga menjadi hal menarik untuk dipertimbangkan oleh investor yang ingin memiliki saham PGEO.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon