Belanja Pemerintah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2023
Selasa, 8 Agustus 2023 | 07:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2023 masih bisa terus ditingkatkan. Salah satunya melalui belanja pemerintah. Sebelumnya di kuartal II 2023, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,17% year on year (yoy).
"Tentu harapannya kuartal III 2023 masih bisa kita tingkatkan karena salah satu pengungkitnya adalah belanja pemerintah," kata Airlangga dalam konferensi pers di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Dari catatan Kementerian Keuangan, realisasi belanja pemerintah pada semester I 2023 sebesar Rp 891,6 triliun. Angka ini terbagi dalam belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 417,2 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 474,4 triliun. Airlangga mengatakan belanja pemerintah pada kuartal III 2023 bisa terealisasi lebih tinggi karena proses lelang dan tender sudah dimulai.
"Jadi kami masih yakin kuartal III 2023 ini masih bisa digenjot lebih tinggi lagi. Kita akan coba pastikan belanja pemerintah, terutama pada K/L besar, misalnya belanja infrastruktur, program padat karya tunai, dan pertanian. Ini akan terus kita dorong karena multiplier effect-nya jelas," kata Airlangga.
Terkait pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023, Airlangga menyampaikan hasil positif ini ditopang oleh pertumbuhan positif dari hampir seluruh komponen pengeluaran dan lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,23%. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi dan realisasi pembangunan infrastruktur pemerintah tumbuh 4,63%. kemudian, konsumsi pemerintah tumbuh 10,62%. Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor juga tumbuh positif, terutama didukung oleh sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 15,28%.
Sementara itu, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 yang tumbuh 5,17% menunjukan resiliensi di tengah terjadinya perlambatan ekonomi global.
Capaian pertumbuhan ekonomi nasional ini lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara dan kawasan, termasuk Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
"Pertumbuhan ekonomi nasional melanjutkan tren di atas 5% selama tujuh kuartal berturut-turut, lebih tinggi dari ekspektasi pasar bahkan dengan basis pertumbuhan yang tinggi di periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan resiliensi aktivitas ekonomi nasional di tengah perlambatan global," kata Kepala BKF, Febrio Nathan Kacaribu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




