ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Saham PGEO, Ini Sederet Alasannya

Sabtu, 19 Agustus 2023 | 07:01 WIB
M
FH
Penulis: Muawwan | Editor: FER
Pertamina Geothermal Energy (PGEO).
Pertamina Geothermal Energy (PGEO). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan merekomendasikan beli untuk saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target harga Rp 1.170, dari target harga sebelumnya Rp 1.090.

"Saham PGEO berpotensi menguat sebesar 17% dan EV/Ebitda 11.3x atau 13,2%," kata Hasan dalam risetnya, Jumat (18/8/2023).

Sepanjang 2023, produksi PGEO diyakini akan mampu mencapai sekitar 4,523 gigawatt di mana sekitar 53% sudah tercapai pada semester I 2023. Katalis positif lainnya, datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mulai mengoperasikan perdagangan karbon pada September mendatang.

ADVERTISEMENT

"Kami yakin, ini akan menjadi katalis positif bagi PGEO karena akan membuka banyak pembeli potensial karbon perseroan. Apalagi, perseroan juga menargetkan pendapatan dari jual beli karbon akan naik signifikan dalam lima tahun mendatang," tandas Hasan.

PGEO sendiri saat ini ekspansif dengan target menambah kapasitas terpasang menjadi 1 gigawatt. Dari 672 MW kapasitas yang sudah terpasang, sebanyak 340 MW akan direalisasikan dalam dua tahun ke depan yang dikontribusikan dari Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Hulu Lais Unit 1 dan 2 sebanyak 110 MW.

Kemudian, 55 MW dari Lumut Balai Unit 2. Adapun sisanya, mengoptimalisasikan area-area existing dari Hulu Lais, Lumut Balai, Ulubelu dan Lahendong. Sementara sekitar 250 MW akan disumbang dari proyek brine to power yang diekspektasikan power purchase agreement (PPA) tuntas pada kuartal IV-2023.

Memenuhi target tersebut, Hasan mengestimasikan, PGEO akan menggelontorkan sekitar US$ 2-3 juta per MW sehingga total dana yang diperlukan mencapai US$ 600 juta.

Sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 600 juta atau setara Rp 9,1 triliun untuk membangun pembangkit air panas bumi (brine to power).

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Nelwin Aldriansyah menyampaikan, untuk proyek brine to power atau co-generation, perseroan telah mengalokasikan sebesar US$ 600 juta yang sebagian berasal dari dana initial public offering (IPO).

"Jadi, proyek brine to power 210 MW ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas 600 MW dalam lima tahun ke depan. Proyek ini sekaligus bagian dari pemenuhan target 1 GW dalam dua tahun," jelas Nelwin.

Sampai Agustus 2023, Nelwin mengungkapkan, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar US$ 130 juta atau sebanding dengan Rp 1,9 triliun dan kini menyisakan sekitar US$ 460 juta atau setara Rp 7 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon