ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dirut Sumsel Energi Gemilang: Transisi Energi Butuh Insentif

Jumat, 1 September 2023 | 11:06 WIB
A
FH
Penulis: Aep | Editor: FER
Direktur Utama PT Sumsel Energi Gemilang, Wahyu Setiaji.
Direktur Utama PT Sumsel Energi Gemilang, Wahyu Setiaji. (Beritasatu.com/Aep Sopandi)

Bandung, Beritasatu.com - Pemerintah dan pelaku industri sepakat transisi energi berbasis fosil menuju energi baru terbarukan atau EBT, merupakan langkah wajib yang harus dilakukan.

Direktur Utama PT Sumsel Energi Gemilang Wahyu Setiaji menyatakan, pihaknya mendukung komitmen transisi energi yang dicanangkan pemerintah.

"Akselerasi transisi energi di Indonesia tentunya membutuhkan insentif dari pemerintah," kata Wahyu saat ditemui Beritasatu.com seusai acara "Gaspol! Transisi Energi Daerah Penghasil Migas" di Bandung, Kamis (31/8/2023).

ADVERTISEMENT

Wahyu menjelaskan, kebijakan peralihan sumber energi fosil menuju energi baru terbarukan merupakan salah satu langkah mitigasi bencana alam.

"Menurut kami memang suatu keharusan karena ujung-ujungnya juga menjadi salah satu mitigasi bencana yang sudah kita jalani pada tahun ini, seperti temperatur bumi yang terus naik," jelasnya.

Menurut Wahyu, transisi harus dilakukan bertahap untuk menekan defisit minyak dan gas (migas) dengan melakukan bauran energi dari energi fosil ke EBT. Apalagi, pemakaian EBT ditargetkan melampaui energi fosil pada 2050.

"Sehingga upaya-upaya itu menjadikan ekonomi tidak rugi, kalau transisi yang tadi saya bilang ujung-ujungnya mengurangi emisi atau nanti pemanasan global," ujarnya

Wahyu menambahkan, pemanfaatan sumber daya gas alam bisa menjadi salah satu upaya menuju transisi energi.

"Energi transisi itu ya gas, maka kita harus lebih menggalakkan, meningkatkan lagi pemanfaatan gas entah itu untuk kendaraan atau untuk pembangkit listrik. Gas itu harus dioptimalkan lebih jelasnya, karena  kita seperti di Sumatera Selatan besar sekali sumber daya yang namanya sumber daya gas," imbuhnya.

Pengembangan energi transisi ataupun pemanfaatan sumber daya energi, lanjut Wahyu, tidak bisa dilakukan sendiri. "Contoh ketika kita melakukan kegiatan konversi pemanfaatan gas ini untuk kendaraan, butuh kerja sama yang luar biasa dari pemerintah pusat, daerah dan BUMD serta pihak swasta. Kemudian, kerja sama untuk mengedukasi masyarakat, sosialisasi," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

EKONOMI
Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

EKONOMI
B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

EKONOMI
Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

EKONOMI
Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon