ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

Minggu, 19 April 2026 | 13:30 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Penampakan SPKLU di Rest Area Travoy KM 379 A ruas Tol Batang -Semarang.
Penampakan SPKLU di Rest Area Travoy KM 379 A ruas Tol Batang -Semarang. (Beritasatu.com/Ayos Carlos)

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai dapat mengubah pola konsumsi energi masyarakat. Kalangan menengah ke atas disebut lebih berpeluang beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, kelompok pengguna BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex memiliki kecenderungan untuk beralih ke EV.

“Untuk kelompok menengah ke atas yang biasa mengkonsumsi Pertamax Turbo ya, atau Pertamina Dex, ya, ada kecenderungan memang beralih ke mobil listrik atau EV,” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, ia menilai peralihan ke kendaraan listrik bagi masyarakat kelas menengah masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah kenaikan harga kendaraan listrik akibat terganggunya rantai pasok global, termasuk di kawasan Selat Hormuz.

“Namun, untuk yang kelompok menengah, masih menimbang-nimbang. Karena apa? Karena efek dari gangguan produksi dan juga rantai pasok di Selat Hormuz itu berpengaruh juga terhadap komponen dan juga biaya produksi bagi EV, sehingga EV-nya juga mengalami penyesuaian harga yang naik,” jelasnya.

Selain itu, berkurangnya insentif kendaraan listrik pada 2026 turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam beralih ke EV.

“Kemudian juga mempertimbangkan insentif-insentif EV dan yang banyak berkurang di 2026 ini. Jadi memang setiap kelompok masyarakat itu akan memiliki perilaku konsumsi terhadap EV yang berbeda-beda,” tambahnya.

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 18 April 2026, mengikuti dinamika harga minyak global serta dampak konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Adapun rincian harga terbaru BBM nonsubsidi adalah sebagai berikut:

  • Pertamax Turbo: Rp 19.400 per liter (sebelumnya Rp 13.100)
  • Dexlite: Rp 23.600 per liter (sebelumnya Rp 14.200)
  • Pertamina Dex: Rp 23.900 per liter (sebelumnya Rp 14.500)

Sementara itu, harga BBM lain masih tetap:

  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Green: Rp 12.900 per liter
  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Biosolar: Rp 6.800 per liter

Kenaikan harga BBM ini diperkirakan akan mempercepat pergeseran ke energi alternatif, meski adopsi kendaraan listrik secara luas masih membutuhkan dukungan insentif dan stabilitas harga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kenaikan Harga Pertamax Jaga Kepercayaan Investor

Kenaikan Harga Pertamax Jaga Kepercayaan Investor

EKONOMI
Harga Pertamax Naik, Pertamina: SPBU Swasta Juga

Harga Pertamax Naik, Pertamina: SPBU Swasta Juga

EKONOMI
Pertamax Naik 32 Persen, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat

Pertamax Naik 32 Persen, DPR Janji Kawal Daya Beli Masyarakat

NASIONAL
Pertamax Naik Rp 16.250, YLKI Tagih Kualitas BBM dan Layanan

Pertamax Naik Rp 16.250, YLKI Tagih Kualitas BBM dan Layanan

NASIONAL
Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Wajar, Daya Beli Tetap Dijaga

Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Wajar, Daya Beli Tetap Dijaga

EKONOMI
Jika Pertamax Tak Naik, Pertamina Bisa Kesulitan Beli Minyak

Jika Pertamax Tak Naik, Pertamina Bisa Kesulitan Beli Minyak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon