ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Dapat Dukungan Lituania untuk Gabung OECD

Selasa, 31 Oktober 2023 | 07:15 WIB
JS
WP
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: WBP
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar konferensi pers usai pertemuan bilateral dengan Menlu Lituania Gabrielius Landsbergis di Jakarta, Senin 30 Oktober 2023. 
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar konferensi pers usai pertemuan bilateral dengan Menlu Lituania Gabrielius Landsbergis di Jakarta, Senin 30 Oktober 2023.  (Beritasatu Photo/Jayanty Nada Shofa)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia terus mendapatkan dukungan dari negara lain untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Co-Operation and Development/OECD). Kali ini, dukungan berasal dari anggota OECD, Lituania.

"Kedua negara percaya akan kebijakan pasar yang demokratis, bebas. Lituania sangat mendukung keanggotaan Indonesia di OECD," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Lituania, Gabrielius Landsbergis saat bertemu dengan Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Senin (30/10/2023).

Tak hanya itu, kata dia, Lituania juga akan berbagi pengalaman tentang proses yang dilewati sebelum dapat bisa bergabung ke OECD. "Kami pun siap berbagi pengalaman dengan bergabungnya kami (Lituania) ke OECD belum lama ini," imbuh Gabrielius Landsbergis.

ADVERTISEMENT

Lituania merupakan negara ke-36 yang resmi bergabung dengan OECD. Lituania pertama kali mendaftar ke OECD pada 2002. Kemudian, Pemerintah Lituania melanjutkan proses pada 2012. OECD baru membuka pembahasan aksesi Lituania pada 2015. Pemerintah Lituania sebelumnya mengatakan proses aksesi ini mendorong negaranya mereformasi sejumlah kebijakan, di antaranya penguatan independensi dewan BUMN Lituania. Adapun Lituania resmi bergabung dengan OECD pada tahun 2018.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di Osaka, Jepang pada Sabtu (28/10/2023). Menurut Zulkifli, beberapa anggota OECD sudah menanggapi positif keinginan Indonesia untuk bergabung. Saat ini, Indonesia dalam tahap melakukan reviu standar/guideline OECD yang relevan dengan regulasi nasional sekaligus membentuk tim nasional khusus untuk menangani keanggotaan Indonesia.

"Keanggotaan Indonesia pada OECD diharapkan mendorong peningkatan kualitas kebijakan perdagangan, sementara OECD akan memperoleh manfaat dari keanggotaan Indonesia sebagai representasi global South dan emerging economy," jelas Zulkifli Hasan.

Keanggotaan OECD umumnya membutuhkan waktu 4-8 tahun. Namun, Indonesia berharap bisa bergabung dalam waktu 3,5 tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada 200 standar yang perlu dipenuhi Indonesia untuk masuk ke OECD.

Indonesia sudah menjadi mitra kunci atau key partner OECD sejak tahun 2007. Indonesia berharap bisa menjadi negara Asia ketiga yang bergabung dengan OECD setelah Korea Selatan dan Jepang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon