BI: Naiknya BBM Bakal Dongkrak Inflasi 7,5%
Jumat, 28 Juni 2013 | 22:53 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat mendongkrak tingkat inflasi indeks harga konsumen (IHK) secara temporer, hingga maksimal sebesar 7,5% pada Juli 2013. Pemicu lainnya yaitu bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
Direktur Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, dampak inflasi dari BBM bersifat temporer, sehingga secara bulan per bulan (month to month/mtm) akan habis setelah tiga bulan. Dampak BBM akan terasa utamanya pada Juni, Juli, dan Agustus.
"Puncaknya yaitu bulan Juli, sedangkan September sudah tidak ada. Mudah-mudahan ini masih sesuai dengan asumsi kami, yang kami perkirakan inflasi Juni secara mtm yaitu 1,1%, sedangkan secara year on year (yoy) atau dalam setahunan diperkirakan sebesar 5,9%." kata Juda kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/6).
Dia mengungkapkan, tingkat inflasi dalam setahunan pada Juli 2013 sekitar 2% dalam sebulanan, sehingga dapat mencapai 7,5% dalam setahunan, yang akan kembali berkurang. Menurut Juda, dua hal yang mendorong puncak inflasi pada Juli adalah dampak kenaikan BBM dan inflasi musiman dari Ramadhan.
"Jadi, berkumpul di bulan Juli. Setelah itu turun, Agustus kira-kira 0,9% mtm, untuk yoy 7% lebih lah. Karena masih ada second round effect dan Lebaran juga. Jadi inflasi temporer, orang tidak tahu tentang ini, jadi ekspektasi inflasi tinggi," tutur Juda.
Sebelumnya, per 22 Juni 2013, pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi (premium) dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500, sedangkan solar/diesel naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




