Investasi Energi Baru Terbarukan di Indonesia Jadi Incaran Investor
Minggu, 6 Oktober 2013 | 15:56 WIB
Nusa Dua - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, tiga negara anggota APEC yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok tertarik berinvestasi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
"Ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan anggota APEC untuk pengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan dan sekaligus mengalihkan ketergantungan terhadap penggunaan minyak dalam pemenuhan kebutuhan energinya," kata Wacik di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).
Wacik mengatakan pemerintah mendukung penuh rencana investor ketiga negara untuk mengembangkan EBT karena termasuk dalam kerangka pembangunan ekonomi hijau dan pembangunan rendah emisi karbon.
"Kami telah meminta seluruh pemerintah daerah untuk mempermudah pengurusan izin investor yang berminat di sektor energi baru terbarukan. Investasi di sektor itu akan menyelamatkan dunia dari pencemaran lingkungan dan sekaligus memenuhi kebutuhan energi dunia," kata dia.
Dia mengatakan, saat ini sekitar 2,6 miliar jiwa penduduk dunia di Asia Pasifik memerlukan akses energi berkelanjutan. Di sisi lain, peran EBT dalam bauran pasokan energi di kawasan Asia Pasifik meningkat signifikan hingga mencapai 536 GW atau sebesar US$ 1,6 triliun sehingga dapat memenuhi 60% total konsumsi energi dunia.
"Secara global, energi terbarukan hanya 19% dari total pasokan energi primer dunia. Selebihnya dipenuhi oleh energi fosil," kata Wacik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




