ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laba Kalbe Tembus Rp 1 T

Kamis, 27 Oktober 2011 | 13:28 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pengepakan obat
Pengepakan obat (Antara)
Tekan biaya produksi genjot penjualan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) hingga kuartal III-2011 (anaudit) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,065 triliun, tumbuh 18,1 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 902 miliar. Naiknya pendapatan dan laba usaha menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.

"Hal ini membuat laba bersih per saham meningkat 18,1 persen dari Rp 96 per saham menjadi Rp 114 per saham," kata Direktur Keuangan Kalbe, Vidjongtius dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Kalbe membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,692 triliun atau tumbuh sebesar 5,8 persen dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar Rp 7,272 triliun. Dengan dijualnya bisnis kemasan di awal Agustus 2010, perseroan tidak lagi mencatat kontribusi penjualan dari Divisi Kemasan pada 9 bulan tahun 2011. "Laba kotor meningkat sebesar 7,0 persen menjadi sebesar Rp 3,987 triliun dibandingkan Rp 3,727 triliun," kata Vidjongtius.

Pertumbuhan laba kotor tercermin dalam peningkatan marjin laba kotor menjadi 51,8 persen dari 51,2 persen. Hal ini hasil pengendalian biaya produksi antara lain melalui lean manufacturing program dan penguatan nilai tukar. Dampak depresiasi nilai rupiah pada akhir kuartal III-2011 belum berpengaruh secara langsung pada biaya produksi karena Kalbe memiliki persediaan bahan baku, serta cadangan dana dalam dollar AS.

Beban usaha tercatat meningkat sebesar 5,9 persen menjadi Rp 2,582 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,439 triliun. Rasio beban penjualan terhadap penjualan bersih naik 0,2 persen menjadi 27,4 persen pada tahun 2011 dari 27,2 persen pada tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat meningkat sebesar 9,0 persen menjadi Rp 1,404 triliun dibandingkan Rp 1,288 triliun pada periode yang sama tahun 2010.

Divisi Obat Resep memberikan kontribusi sebesar 27,2 persen terhadap total penjualan sebesar Rp 2,090 triliun atau tumbuh 9,5 persen dari Rp 1,909 triliun. Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 19,1 persen terhadap penjualan. Divisi ini tumbuh 12,5 persen menjadi Rp 1,469 triliun dari Rp 1,306 triliun. "Perbaikan kinerja produk Extra Joss memberi kontribusi yang menggembirakan bagi penjualan Produk Kesehatan," kata dia.

Divisi Nutrisi memberikan kontribusi sebesar 23,5 persen terhadap total penjualan bersih Kalbe pada periode 9 bulan tahun 2011 dan mencatat pertumbuhan sebesar 9,2 persen menjadi Rp 1,808 trilun dari Rp 1,655 triliun.

Sementara distribusi produk Kalbe dilakukan oleh PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), distributor dengan jaringan terluas di Indonesia untuk produk farmasi. EPMT dimiliki oleh perseroan dengan kepemilikan sebesar 91,75 persen, setelah Kalbe meningkatkan kepemilikannya pada bulan September 2011 dari sebelumnya 84,17 persen.

Pada periode 9 bulan tahun 2011, Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi sebesar 30,2 persen terhadap total penjualan. Divisi ini tercatat Rp 2,324 triliun, atau turun 3,3 persen dari Rp 2,403 triliun. Hal ini disebabkan divestasi saham PT Kageo Igar Jaya Tbk, yang merupakan anak perusahaan Kalbe yang bergerak di bidang pengemasan, dalam bulan Juli 2010.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kalbe Farma Targetkan Laba Bersih Tumbuh 8 Persen

Kalbe Farma Targetkan Laba Bersih Tumbuh 8 Persen

EKONOMI
Kalbe Farma Siapkan Buyback Saham Rp 250 Miliar

Kalbe Farma Siapkan Buyback Saham Rp 250 Miliar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon