ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antam Siap Hadapi Dampak Larangan Ekspor Bijih Mineral

Rabu, 15 Januari 2014 | 18:55 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
Ilustrasi pertambangan.
Ilustrasi pertambangan. (Pertambangan/Pertambangan)

Jakarta - PT Antam (Persero) Tbk memiliki serangkaian rencana antisipasi penurunan pendapatan dan imbal hasil bagi pemangku kepentingan terkait kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral sejak 12 Januari 2014 kemarin terutama terkait bijih nikel dan bauksit.

Direktur Utama Antam, Tato Miraza mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan volume penjualan emas menjadi 13,6 ton di tahun ini. Penjualan tersebut meningkat 66% dari target 2013 sebesar 8,2 ton. Selain itu Antam juga menargetkan peningkatan volume penjualan feronikel di 2014 menjadi sebesar 20 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi) atau meningkat 11% dibandingkan target 2013 sejumlah 18.000 TNi.

"Sebagai bagian dari langkah efisiensi dan untuk menjaga arus kas perusahaan agar tetap sehat di tengah kondisi harga komoditas yang menurun saat ini, belanja modal Antam di tahun ini ditargetkan mencapai jumlah Rp2,878 triliun," kata Tato dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/01).

Tato menuturkan langkah peningkatan penjualan emas dan memperluas ekpansi pasar ritel, Antam akan membuka 5-10 Butik Emas LM di tahun ini serta memaksimalkan kegiatan penjualan di 5 Butik Emas LM yang sudah ada saat ini yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Palembang.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk pemasaran feronikel dan komoditas lainnya, Antam juga akan membuka kantor perwakilan di Shanghai yang akan berperan sebagai kantor perwakilan pemasaran (marketing representative office) di wilayah China pada pertengahan Januari 2014.

Selain itu, lanjut Tato, Antam juga berencana meningkatkan kegiatan trading batubara dan mengoptimalisasi inisiatif-inisiatif efisiensi serta mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan dan Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

Antam juga menargetkan operasi komersial pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan sudah dapat dimulai pada akhir semester I tahun 2014. Pabrik ini mampu memproduksi 300 ribu ton CGA per tahun dengan mengolah 850 ribu wmt bijih bauksit tercuci per tahun.

Tato menuturkan pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral dan wajib melakukan hilirisasi membangun pengolahan dan pemurnian (smelter) bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Kontrak Karya.

Namun, dia berharap, ekspor bijih mineral masih dapat berjalan sampai dengan tahun 2017 bagi perusahaan yang sudah mempunyai fasilitas smelter dan yang sedang membangun smelter, termasuk Antam.

Dia menyebut keberlanjutan ekspor bijih mineral bagi perusahaan tambang yang serius membangun fasilitas smelter sangat membantu arus kas yang dibutuhkan untuk membangun dan menyelesaikan fasilitas tersebut, terlebih di tengah rendahnya harga komoditas saat ini.

"Namun kami juga menyadari sebelum memutuskan hal ini tentunya Pemerintah telah mengkaji segala aspek secara terintegrasi dan komprehensif untuk meminimalkan risiko dan dampak negatif dari keputusan ini," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Antam Sabtu 9 Mei Diproyeksi Menguat ke Level Rp 2,9 Juta

Harga Emas Antam Sabtu 9 Mei Diproyeksi Menguat ke Level Rp 2,9 Juta

EKONOMI
Antam Perkuat Edukasi Emas di Jakarta Marketing Week 2026

Antam Perkuat Edukasi Emas di Jakarta Marketing Week 2026

EKONOMI
Harga Perak Antam 2 Mei 2026 Turun Rp 600 ke Rp 47.300 Per Gram

Harga Perak Antam 2 Mei 2026 Turun Rp 600 ke Rp 47.300 Per Gram

EKONOMI
ANTAM Presents The 14th Jakarta Marketing Week 2026 Dorong Jakarta Menuju Global City

ANTAM Presents The 14th Jakarta Marketing Week 2026 Dorong Jakarta Menuju Global City

EKONOMI
ANTAM Perkuat Kedaulatan Emas Nasional, Teken GSPA 6 Ton per Tahun dengan Merdeka Group

ANTAM Perkuat Kedaulatan Emas Nasional, Teken GSPA 6 Ton per Tahun dengan Merdeka Group

EKONOMI
Isu Politik-Hukum: Mendes dan DPR Hentikan Ekspansi Minimarket di Desa

Isu Politik-Hukum: Mendes dan DPR Hentikan Ekspansi Minimarket di Desa

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon