BI: Surplus, Neraca Pembayaran Indonesia 2014
Jumat, 14 Februari 2014 | 20:12 WIB
Jakarta - Pihak Bank Indonesia (BI) menyatakan potensi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus selama tahun 2014 semakin besar. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV-2013 sebesar US$ 4,4 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowaty mengatakan, perbaikan NPI triwulan IV-2013 ditopang defisit transaksi berjalan yang menurun cukup tajam menjadi US$ 4,0 miliar atau 1,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini jauh lebih rendah ketimbang triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 8,5 miliar atau 3,85% terhadap PDB.
Surplus NPI triwulan IV-2013, kata Hendy, juga ditopang oleh peningkatan surplus transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 9,2 miliar atau lebih besar daripada surplus triwulan sebelumnya sebesar US$ 5,6 miliar.
"Pada tahun 2014, potensi NPI mengalami surplus cukup besar karena NPI pada triwulan IV 2013 juga surplus, hal inilah yang menambah optimisme BI," ujar dia ketika ditemui dalam kesempatan acara "Bincang Bincang BI dengan Media" di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/2)
Hendy mengatakan, surplus NPI triwulan IV-2013 juga mendorong kenaikan cadangan devisa dari US$ 95,7 miliar pada triwulan III 2013 menjadi US$ 99,4 miliar pada Desember 2013 atau setara 5,5 bulan impor.
Menurut dia, penurunan defisit transaksi berjalan terutama didukung oleh naiknya surplus neraca perdagangan barang yang bersumber dari bertambahnya surplus neraca perdagangan non migas, surplus neraca perdagangan non migas meningkat karena ekspor non migas kembali tumbuh positif 3,8% year on year.
"Ekspor manufaktur meningkat sejalan dengan meningkatnya permintaan dari Amerika Serikat dan Jepang," ujarnya.
Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, kata dia, transaksi modal dan finansial triwulan IV 2013 mencatat surplus US$ 9,2 miliar. Kenaikan surplus transaksi modal finansial disebabkan meningkatnya penarikan pinjaman luar negeri swasta dan penarikan simpanan bank domestik luar negeri selain itu arus masuk investasi langsung asing tetap kuat
"NPI pada 2014 lebih baik karena cadangan devisa yang meningkat ditambah perekonomian negara maju juga semakin membaik," ujarnya. "Dengan membaiknya NPI, kata Hendy, maka nilai tukar rupiah diperkirakan juga akan menguat selama 2014, disamping itu defisit transaksi berjalan juga lebih sehat."
Dihubungi dalam kesempatan terpisah, Pengamat Ekonomi Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan mengatakan, membaiknya Neraca Pembayaran Indonesia selama tahun 2013 menandakan perekonomian semakin baik.
Menurut Fauzi, jika fundamental perekonomian sudah baik maka berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah. Fauzi juga memperkirakan nilai tukar rupiah terus menguat selama 2014 dan berada pada level Rp 11.400 terhadap US dolar.
"Fundamental perekonomian Indonesia semakin membaik, nilai tukar menguat portfolio asing juga meningkat," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




