ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hatta Optimistis Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Rabu, 2 April 2014 | 11:25 WIB
LO
WP
Penulis: Lona Olavia | Editor: WBP
Suasana salah satu terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Suasana salah satu terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Antara/Fanny Octavianus)

Jakarta - Setelah Menteri Keuangan M Chatib Basri dan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo optimistis bahwa tren surplus akan berlanjut pada bulan-bulan mendatang, kini keyakinan itu datang dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

"Saya optimistis akan berlanjut. Volume perdagangan secara kualitas surplus, meski memang ada impor yang harus dikendalikan. Tapi, jangan sampai penurunan terjadi pada barang modal karena itu mencerminkan produktivitas kita. Jadi, outlook 5,8-6 persen it's ok," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/4).

Seperti diketahui, setelah mengalami defisit sangat besar pada Januari 2014, yakni US$ 430,6 miliar, neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus pada Februari, yakni US$ 785,3 juta.

Surplus ini didorong melambatnya laju impor yang diimbangi perbaikan kinerja ekspor. Pada Februari 2014, nilai impor Indonesia hanya tercatat US$ 13,78 miliar. Sebaliknya, ekspor membukukan nilai sebesar US$ 14,57 miliar.

ADVERTISEMENT

Tren surplus sebenarnya sudah dimulai Oktober 2013 tetapi di Januari 2014, neraca perdagangan menjadi defisit sebelum akhirnya kembali surplus pada Februari 2014.

Surplus yang terjadi pada Oktober-Desember 2013 dan Februari 2014, berbanding terbalik dengan kondisi di pertengahan tahun lalu. Di mana pada periode April-Juli 2013 selalu terjadi defisit pada neraca perdagangan.

Sebagai informasi, untuk menekan impor sekaligus mendongkrak ekspor, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Misalnya menaikkan pajak penghasilan (PPh ) pasal 22 atas impor sebesar 7,5 persen kepada 870 pos tarif barang (harmonized system/HS) serta dua barang modal, yakni handphone dan laptop.

Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) berupa pembebasan dan pengembalian bea masuk atas impor untuk tujuan ekspor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon