Konstruksi Proyek Feni Antam US 1,6 M Dimulai
Rabu, 30 November 2011 | 14:01 WIB
Proyek FeNi Haltim adalah salah satu proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memulai konstruksi pembangunan proyek pengolahan nikel, Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim) senilai US$ 1,6 miliar di Maluku Utara.
Pemancangan tiang pertama (ground breaking) proyek terbesar di wilayah Indonesia Timur ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa bersama Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis serta Gubernur Maluku Utara dan Bupati Halmahera Timur.
"Proyek ini diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi masyarakat di Maluku Utara," kata Alwinsyah dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Proyek FeNi Haltim adalah salah satu proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku.
Alwinsyah mengatakan, konstruksi proyek FeNi Haltim menandai dimulainya proyek utama kedua perseroan di 2011 setelah April lalu konstruksi proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan dimulai.
Proyek yang dikembangkan anak usahaa perseroan PT Feni Haltim (FHT) ini berkapasitas 27.000 ton nikel dalam feronikel, diharapkan rampung pada akhir 2014.
Selain konstruksi pabrik, proyek ini juga didukung pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 275 negawatt (MW) senilai US$ 600 juta yang dikembangkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).
Pada awal 2011, Antam telah menjalin sinergi dengan PLN yang meliputi kerjasama suplai energi selama 30 tahun untuk operasi dan infrastruktur proyek FeNi Haltim. PLN berencana membiayai, membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik untuk kebutuhan proyek Feni Haltim.
Untuk membantu pendanaan proyek FeNi Haltim dan proyek pertumbuhan Antam lainnya, Antam menunjuk konsorsium financial arranger, yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Mandiri Sekuritas, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Ltd. dan Standard Chartered Bank.
Konsorsium tersebut akan mendukung proyek FeNi Haltim dalam mendapatkan pendanaan hingga US$ 1 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memulai konstruksi pembangunan proyek pengolahan nikel, Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim) senilai US$ 1,6 miliar di Maluku Utara.
Pemancangan tiang pertama (ground breaking) proyek terbesar di wilayah Indonesia Timur ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa bersama Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis serta Gubernur Maluku Utara dan Bupati Halmahera Timur.
"Proyek ini diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi masyarakat di Maluku Utara," kata Alwinsyah dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Proyek FeNi Haltim adalah salah satu proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku.
Alwinsyah mengatakan, konstruksi proyek FeNi Haltim menandai dimulainya proyek utama kedua perseroan di 2011 setelah April lalu konstruksi proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan dimulai.
Proyek yang dikembangkan anak usahaa perseroan PT Feni Haltim (FHT) ini berkapasitas 27.000 ton nikel dalam feronikel, diharapkan rampung pada akhir 2014.
Selain konstruksi pabrik, proyek ini juga didukung pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 275 negawatt (MW) senilai US$ 600 juta yang dikembangkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).
Pada awal 2011, Antam telah menjalin sinergi dengan PLN yang meliputi kerjasama suplai energi selama 30 tahun untuk operasi dan infrastruktur proyek FeNi Haltim. PLN berencana membiayai, membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik untuk kebutuhan proyek Feni Haltim.
Untuk membantu pendanaan proyek FeNi Haltim dan proyek pertumbuhan Antam lainnya, Antam menunjuk konsorsium financial arranger, yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Mandiri Sekuritas, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Ltd. dan Standard Chartered Bank.
Konsorsium tersebut akan mendukung proyek FeNi Haltim dalam mendapatkan pendanaan hingga US$ 1 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




