Ekspor Tembaga Freeport Sudah Normal
Senin, 18 Agustus 2014 | 16:40 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja ke PT Freeport Indonesia di Papua. Kunjungan itu dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo dan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R. Sukhyar pada pekan lalu.
Susilo mengatakan kunjungan itu dimaksudkan guna melihat kondisi terkini di area pertambangan dan kegiatan ekspor konsentrat tembaga. "Waktu kami datang ke sana sedang berlangsung pengapalan konsentrat kali kedua. Sekitar 50 ribuan konsentrat yang diekspor," kata Susilo di Jakarta, Senin (18/08).
Selain ke pelabuhan, Susilo menyebut pihaknya juga melihat kemajuan proyek pertambangan bawah tanah (underground) Freeport. Dia bilang pembangunan terowongan bawah tanah terus berlangsung dan sudah mencapai 500 kilometer (km).
"Mereka dalam waktu sebulan bisa membuat terowongan hingga lima kilometer. Nanti totalnya ada 1.500 km panjang terowongan itu," ujarnya.
Sukhyar menambahkan kunjungan kerja dilakukan lantaran kegiatan ekspor konsentrat Freeport sempat terhenti selama enam bulan. Kegiatan pengapalan konsentrat sempat mengalami kendala lantaran kondisinya mengeras.
"Di samping itu kami juga lihat rencana kerja mereka, misal tambang underground. Freeport ini pertambangan yang sangat berat sekali karena 4 ribu meter di bawah permukaan dan juga medannya berat," jelasnya.
Freeport melakukan ekspor konsentrat perdana pada awal Agustus kemarin menyusul tercapainya kesepakatan renegosiasi kontrak karya. Freeport dan ESDM sudah menandatangani nota amandemen (memorandum of understanding/MoU) kontrak pertambangan pada akhir Juli lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




