ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Defisit Perdagangan Diperkirakan Membaik di September

Senin, 20 Oktober 2014 | 14:52 WIB
RS
FB
Penulis: Ridho Syukro | Editor: FMB
Ilustrasi Ekspor - Impor
Ilustrasi Ekspor - Impor (Antara/OJT/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih memperkirakan neraca perdagangan September kembali mengalami defisit namun nilai defisitnya agak sedikit lebih rendah daripada nilai defisit neraca perdagangan Agustus.

Ia memproyeksikan neraca perdagangan September mengalami defisit senilai dibawah US$ 100 juta. Sebelumnya, BPS mencatat neraca perdagangan Agustus mengalami defisit dengan nilai mencapai US$ 318 juta.

Menurut Lana salah satu penyebab neraca perdagangan September mengalami defisit adalah harga komoditas yang terus melemah ditambah kinerja ekspor belum bisa ditingkatkan.

"Kinerja ekspor Indonesia terus melemah sehingga mempengaruhi neraca perdagangan," ujar dia ketika dihubungi Investor Daily, di Jakarta, Senin (20/10).

ADVERTISEMENT

Lana mengatakan kondisi perekonomian global yang penuh dengan ketidakpastian sangat mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia, melemahnya perekonomian Tiongkok membuat perfoma ekspor Indonesia tidak sebagus tahun lalu.

Menurut Lana, tahun depan juga merupakan tahun terberat bagi perekonomian karena The Fed akan menaikkan suku bunga sehingga ada potensi kebijakan ini bisa memperlambat perekonomian.

Ia menuturkan agar perekonomian Indonesia bisa terus tumbuh maka pemerintah baru harus mendorong FDI dan menjaga konsumsi swasta.

Untuk ekspor sendiri belum bisa diandalkan karena terus mengalami pelemahan.

" Perekonomian bisa tumbuh stabil asalkan pemerintah mendorong FDI," ujar dia

Lana mengatakan pemerintah baru juga harus melakukan bauran kebijakan tidak hanya di moneter saja tetapi juga di kebijakan fiskal.

Kebijakan fiskal yang hebat juga perlu dilakukan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan yang masih menjadi isu dalam perekonomian Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon