Neraca Pembayaran Indonesia Surplus $6,5 m
Jumat, 14 November 2014 | 16:32 WIB
Jakarta - Kebijakan stabilisasi ekonomi yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah memberikan dampak yang positif terhadap tekanan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dimana NPI triwulan III 2014 mengalami surplus mencapai US$ 6,5 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Statistik, Ekonomi, Moneter BI Hendy Sulistiowaty mengatakan perbaikan kinerja NPI ditopang oleh membaiknya defisit transaksi berjalan dan dibiayai sepenuhnya oleh surplus transaksi modal dan finansial.
Menurut dia surplus NPI membuat cadangan devisa terus meningkat, cadangan devisa pada akhir September 2014 meningkat menjadi US$ 111,2 miliar.
"NPI triwulan III surplus mencapai US$ 6,5 miliar meningkat dari US$ 4,3 miliar pada triwulan sebelumnya," ujar dia dalam acara BI Bareng Media, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/11).
Dia menjelaskan defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2014 berada pada kisaran US$ 6,8 miliar atau 3,07% terhadap PDB lebih rendah dari defisit US$ 8,7 miliar atau 4,85% terhadap PDB dan defisit pada periode yang sama tahun 2013 sebesar US$ 8,6 miliar.
Penurunan defisit transaksi berjalan terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan defisit neraca perdagangan migas yang mengecil.
Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat didorong oleh ekspor nonmigas yang kembali tumbuh positif 3,1% year on year, sedangkan perbaikan neraca perdagangan migas terjadi karena turunnya impor minyak mentah.
"Peningkatan volume ekspor nonmigas terjadi pada komoditas tekstil, produk tekstil, barang dari logam tidak mulia, makanan olahan dan kendaraan," ujar dia
Menurut dia peningkatan kinerja ekspor nonmigas triwulan III 2014 tercermin dari juga dari pertumbuhan ekspor negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, India, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Australia, dan Taiwan.
Namun di sisi lain, ekspor ke Tiongkok, Jepang dan Malaysia justru tumbuh negatif.
Hendy mengatakan kepercayaan investor masih positif terhadap prospek ekonomi Indonesia sehingga mendorong aliran modal asing yang tetap kuat dalam bentuk investasi langsung dan penarikan pinjaman luar negeri korporasi.
Arus masuk investasi langsung triwulan III 2014 meningkat signifikan dibanding triwulan sebelumnya karena adanya transaksi akuisisi perusahaan di sektor pertambangan.
Berdasarkan negara asal, PMA yang masuk berasal dari negara kawasan ASEAN yang disusul Jepang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




