ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Imbas BBM, Harga Minuman Ringan Bakal Naik 10 Persen

Rabu, 19 November 2014 | 16:05 WIB
WP
B
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: B1
Ilustrasi plastik minuman kemasan
Ilustrasi plastik minuman kemasan (bbc.co.uk)

Jakarta - Para pelaku usaha di sektor minuman ringan bersiap untuk menaikkan harga produknya berkisar lima sampai 10 persen dari harga normal, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 per liter.

"Itu sangat berpengaruh kepada biaya produksi, dan imbasnya kepada produk akhir akan naik," kata Sekjen Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Soeroso Natakusuma di sela pameran berskala global Plastic and Rubber Indonesia 2014 di Jakarta, Rabu (19/11).

Dia mengatakan, kenaikan BBM akan mengerek biaya logistik dan bahan material, sementara margin para pelaku usaha semakin tergerus.

Meski demikian, Soeroso mengungkapkan, imbas kenaikan BBM baru akan terasa dalam tiga bulan ke depan. Permintaan produk diperkirakan akan mengalami penurunan dalam waktu dua hingga tiga bulan.

ADVERTISEMENT

Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, harus dilakukan inovasi terhadap produk minuman ringan.

"Produk minuman untuk kesehatan membuat permintaan terus bertambah. Peluang ini terus dimanfaatkan bagi pelaku usaha minuman ringan," ujarnya.

Asrim menyatakan, ajang International Plastics dan Rubber Machinery menjadi kesempatan bagi industri dalam negeri untuk memasarkan produknya.

"Kami sebagai produsen minuman ingin melihat produk yang dihasilkan dari dalam negeri. Produsen kemasan nasional diharapkan meningkatkan daya saing produknya," katanya.

Produk yang berkualitas, menurut Suroso, harus didukung dengan kemampuan teknologi yang handal.

"Dengan teknologi yang terbaik, kemasan bagi produk minuman ringan akan semakin bagus. Hal ini akan menambah kualitas produk," ujarnya.

Pameran Plastic and Rubber Indonesia 2014 yang menampilkan manufaktur sektor industri, plastik, dan karet dibuka hari ini di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Acara yang berlangsung pada 19-22 November 2014 ini diikuti para pelaku usaha dari Tiongkok, Jerman, Italia, Korea, Singapura hingga Taiwan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon