Presiden: Tugas Berat Pemerintah Atasi Kesenjangan
Jumat, 13 Februari 2015 | 16:00 WIB
Solo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan selain peningkatan ekonomi hal yang harus menjadi perhatian dalam pembangun adalah pemerataan. Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, kesenjangan sosial masih begitu tinggi. Dia pun mengakui jika tugas berat pemerintah saat ini adalah pemerataan ekonomi untuk mewujudkan pemerataan.
Hal itu disampaikan presiden tatkala memberi sambutan dalam pembukaan Munas Partai Hanura di Solo, Jumat (13/2) malam. "Yang penting bukan hanya masalah peningkatan ekonomi saja, tapi pemerataannya. Ini tugas berat," kata dia.
Jokowi menceritakan kesejangan yang terjadi di Jakarta dengan memperbandingkan kawasan Sudirman dan Thamrin dengan wilayah Tanah Tinggi, Tanjung Priok dan Marunda. Tampak perbedaan yang sangat mencolok di antara area elite dan kumuh tersebut. "Coba ke Sudirman-Thamrin kemudian ke Tanah Tinggi, Priok, Marunda. Terasa betul," ujarnya.
Dalam memberikan sambutan, presiden membuat paparan melalui layar proyektor. Dia memperlihatkan sejumlah data termasuk data mengenai jumlah pengangguran dan kemiskinan. Mengenai upaya untuk mengatasi kemiskinan, Jokowi sempat mengeluhkan dengan banyaknya istilah yang menurutnya tak jelas.
"Banyak istilah yang tidak jelas seperti 'hampir miskin', ada 'diduga miskin', ada 'tetap miskin'. Tetapi inilah tugas berat kita ke depan, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya. Kita juga ingin swasembada pangan, saya yakini dengan bekerja keras kita yakinkan itu bisa tercapai," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




