ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PTDI dan 4 BUMN Siap Produksi Converter Kit

Kamis, 12 Januari 2012 | 13:40 WIB
FB
B
Penulis: Faisal Baskoro/WBP | Editor: B1
Dahlan Iskan.
Dahlan Iskan. (Antara)
BUMN lain yang terlibat adalah PT Boma Bisma, PT Inti, PT Krakatau  Steel, PT Pindad, dan delapan perusahaan swasta lainnya.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta lainnya menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas.
 
Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan seusai rapat dengan PTDI dan sejumlah BUMN lain, mereka siap memproduksi alat konversi BBM ke gas (converter kit) sehingga tidak perlu impor.

Sebelumnya ada rencana mengimpor alat konversi ini, ternyata industri dalam negeri siap memproduksi 100 persen di dalam  negeri. "Ini membuat impor BBM bisa dikurangi," katanya, di Bandung, hari ini.
 
Dahlan mengatakan, PTDI akan menjadi lead dalam pembuatan alat konversi ini. Sementara BUMN lain yang terlibat adalah PT Boma Bisma, PT Inti, PT Krakatau  Steel, PT Pindad, dan delapan perusahaan swasta lainnya.

"Program ini masih di tangan pemerintah pusat. Kepastian apakah akan dijalankan sekitar bulan April-Juli," ujar Dahlan
 
Untuk tahap awal di 2011, dia mengatakan, seluruh perusahaan yang terlibat bisa memproduksi 300.000  unit. Lalu untuk tahun-tahun berikutnya sebesar 1 juta unit per tahun.
 
Program ini sebelumnya diluncurkan khusus untuk angkutan umum dan taksi. Sayang program ini gagal karena kurangnya infrastruktur. "Dulu isunya hanya lingkungan, tapi sekarang penghematan subsidi, jadi pemerintah all out dalam program ini," ujar Dahlan.

Dia juga mengatakan, program ini meniru program konversi minyak tanah ke gas yang sudah dilakukan sebelumnya. "Pilihannya konversi gas atau naikkan harga BBM. Pemerintah lebih condong ke konversi gas," tambah Dahlan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

Sinergi Holding dan Subholding BUMN Belum Optimal

EKONOMI
Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

Kontrak Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Bagaimana Selanjutnya?

NASIONAL
Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

Kimia Farma Balik Untung Rp 123,6 Miliar pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

Wamenaker: Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing BUMN

EKONOMI
Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

Status Manajer Koperasi Merah Putih Diikat PKWT, Bagaimana Skemanya?

NASIONAL
Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

Manajer Koperasi Desa Merah Putih Wajib Punya Jiwa Wirausaha Kuat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon