Dana CPO Fund Bisa Capai US$ 800 Juta
Rabu, 6 Mei 2015 | 21:13 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Sofyan Djalil memperkirakan, potensi dana yang dapat dikumpulkan melalui CSF bisa mencapai US$ 700-800 juta dalam setahun.
Dengan dana tersebut, kata dia, bisa melakukan peremajaan kebun petani menjadi setara dengan milik perusahaan swasta.
"Yang paling penting adalah bagaiamana uang sawit ini bisa kembali ke sektor industrinya. Selama ini, bea keluar (BK) itu digunakan masuk ke kas negara. Tidak dedicated (tidak diarahkan). Kalau ini dipisahkan. Dana BLU," kata Sofyan usai membuka International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) 2015 di Jakarta, Rabu (6/5).
Sofyan menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk subsidi biodiesel.
"Kan ada selisih harga diesel dan biodiesel, dimana harga biodiesel lebih mahal. Jadi, kita subsidi kepada yang PSO yang ada di stasiun pengisian bahan bakar Pertamina. Nah itu paling sekitar 40 persen dari dana. Selebihnya, kita akan gunakan untuk membantu merehabilitasi kebun petani," kata Sofyan.
"Sekarang ada lebih dari 3,5 juta kebun rakyat. Mereka yang tidak mempunyai uang untuk merehabilitasi kebun. Dengan dana ini, kita lakukan replanting. Selain itu, untuk memberikan subsidi bunga sehingga skema yg ada selama ini jalan," papar Sofyan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




