"CPO Fund" Dijadwalkan Efektif Akhir Mei
Kamis, 7 Mei 2015 | 00:39 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Sofyan Djalil menargetkan, CPO Supporting Fund (CSF) bisa berlaku efektif mulai akhir Mei 2015. Pemerintah memperkirakan total pungutan pengembangan sawit (crude palm oil/CPO) atau CPO supporting fund (CSF) dari ekspor sawit dapat mencapai US$ 750 juta atau sekitar Rp 8 triliun per tahun.
Menurut Sofyan, Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum CSF sudah diteken. Selanjutnya, dibentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang akan menjalankan CSF. Pembentukan BLU, ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
"PP dan Perpres sudah diteken Presiden tadi malam. Sekarang sedang proses penyelesaian BLU. Itu dengan PMK, tapi perlu approval Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB)," kata Sofyan usai membuka International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) 2015 di Jakarta, Rabu (6/5).
Sofyan menyatakan, pembentukan BLU diharapkan rampung minggu ini atau paling lambat minggu depan. "Begitu BLU diteken Menteri Keuangan (Menkeu), kemudian diangkat orangnya, saya yakin paling lambat sebelum akhir Mei sudah efektif. Sudah mulai dikoleksi uangnya," kata Sofyan.
Dia menjelaskan, struktur BLU rencananya akan terdiri dari Dewan Steering Commitee. yakni, Menko Perekonomian, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan dan tiga perwakilan industri.
"Kemudian, ada dewan pengawas seperti komisaris. Nanti kita cari orang profesional. Lalu, direktur utama. Ini penting sekali karena manajemennya akan mengelola uang. Bisa diaudit setiap tahun. Saya yakin ya katakanlah akhir bulan ini sudah efektif. Sebelum puasa sudah keluar," kata Sofyan.
Dia menambahkan, sejumlah calon sudah disiapkan menjadi bagian dari manajemen BLU. "Katanya, sudah ada para calon yang akan masuk ke dalam BLU. BLU itu cukup keputusan Menkeu, tapi harus approval MenPAN RB. Sudah ada calonnya," kata Sofyan.
Dana CPO Fund akan digunakan untuk beberapa tujuan. Pertama, mendukung penggunaan biodiesel lebih banyak sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kedua, untuk membantu penanaman kembali (replanting) kebun rakyat karena lebih dari 3 juta hektare tidak bisa di tanam ulang karena kesulitan modal.
Selain untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit, CPO fund akan digunakan untuk pendidikan petani dan kegiatan riset pengembangan guna memaksimalkan potensi produksi sawit nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




