Pembangunan Infrastruktur Bisa Picu Pelebaran CAD di Kuartal II
Sabtu, 16 Mei 2015 | 00:01 WIB
Jakarta - Deputi Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Riza Tyas menilai, kondisi defisit transaski berjalan (current account deficit/CAD) kuartal I 2015 yang mengecil masih bisa berlanjut pada kuartal berikutnya. Seperti yang diketahui, CAD kuartal I 2015 mencapai US$ 1,3 miliar atau 1,8 persen dari PDB.
Keberlanjutan CAD tersebut bisa terjadi apabila impor minyak dan gas (migas) terus menurun. Namun, kondisi tersebut dapat berubah apabila pemerintah memulai pembangunan proyek infrastruktur yang mengakibatkan peningkatan impor.
"Kalau konsisten berlanjut, maka CAD akan berlanjut di kuartal berikutnya. Tapi, kalau pemerintah sekarang dorong infrastruktur kencang, konsekuensinya impor naik maka CAD berpotensi naik. Tapi, kalau untuk infrastruktur, CAD akan bagus (berkualitas)," tandas Riza di Jakarta, Jumat (15/5).
BI pun masih berharap, CAD kuartal II akan lebih rendah dibandingkan kuartal yang sama 2014. Dan sampai akhir tahun, BI masih pada target CAD di level 2,5-3 persen dari PDB.
Ke depan, BI akan terus mewaspadai setiap risiko peningkatan CAD seiring kenaikan impor menjelang Lebaran, pola musiman pembayaran utang luar negeri dan dividen. Serta tetap memperhatikan kondisi ekonomi global yang dapat mengganggu upaya CAD ke arah yang lebih sehat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




