ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Berambisi Capai 1 GW pada 2025

Jumat, 15 Desember 2023 | 11:38 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon. (Dok. Pertamina)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menetapkan ambisi menjadi perusahaan dengan kapasitas 1 gigawatt (GW) pada 2025. Dalam upayanya mencapai target ambisius tersebut, perusahaan ini menjadikan ekspansi sebagai prioritas utama dalam dua tahun mendatang.

"Dengan strategi quick wins dan penerapan teknologi co-generation di beberapa area, saat ini perseroan sedang berproses untuk mencapai target tersebut, tentunya dengan bantuan optimalisasi value creation," ungkap Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Julfi Hadi mengutip laman Investor Daily Jumat (15/12/2023).

Julfi menambahkan bahwa PGEO tengah berkolaborasi dengan Pertamina NRE dan Pertamina Patra Niaga untuk mendorong komersialisasi karbon dengan memasok kredit karbon ke agregator utama Pertamina Geothermal Energy, yaitu Pertamina New Renewable Energy (PNRE), di bursa karbon Indonesia.

ADVERTISEMENT

Terkait hal ini, Julfi menjelaskan bahwa pada tahun ini, PGEO telah membukukan pendapatan kredit karbon sebesar US$ 732 ribu, yang merupakan pendapatan perdana dari bursa karbon Indonesia.

Di tingkat global, PGEO semakin agresif melakukan ekspansi dengan bermitra bersama Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan potensi panas bumi sebesar 140 MW pada konsesi Longonot, Kenya, serta Geothermal Development Company (GDC) untuk mengembangkan potensi panas bumi sebesar 3 x 100 MW pada konsesi Suswa, Kenya.

Julfi menegaskan keseriusan perseroan dalam pengembangan potensi panas bumi dengan membentuk joint venture company (JVC) bersama Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd. (Chevron) untuk mengembangkan WKP Way Ratai, Lampung. Perusahaan ini, bernama PT Cahaya Anagata Energy, mencerminkan komitmen keduanya dalam mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai energi masa depan.

"Pada tahun ke-17, perseroan berada dalam posisi solid untuk terus berkembang. Capaian laba bersih sebesar US$ 133,4 juta pada kuartal III-2023 menunjukkan posisi fundamental yang kuat, melampaui raihan laba sepanjang 2022 yang mencapai US$ 127,3 juta," tambah Julfi.

Tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, PGEO juga menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan sosial. Pada tahun 2023, perusahaan ini meraih skor 8.4 dari lembaga ESG rating global Sustainalytics, menandakan kategori negligible risk.

"Peringkat ini mencerminkan keunggulan Perseroan dalam menerapkan praktik ESG. Adanya penghargaan ini menunjukkan bahwa PGEO telah mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasi bisnis," pungkas Julfi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

PLTP Gunung Tiga Siap Dibor, PGEO Ungkap Potensi Energi Raksasa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon