Listing di BEI, NICE Oversubscribed 15,7 Kali
Selasa, 9 Januari 2024 | 10:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), perusahaan pertambangan bijih nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Hingga pukul 10.15 WIB, saham NICE naik Rp 97 (22,1%) mencapai Rp 535 per saham dari harga penawaran Rp 438. Saham NICE ditransaksikan dengan volume 1,8 juta sempat menyentuh level tertinggi Rp 545 (auto rejection) atas dan terendah di posisi Rp 438.
“IPO sangat penting untuk mewujudkan NICE sebagai pemain unggul dalam pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia dengan mengedepankan world class mining standards,” kata Presiden Direktur PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, Stevano Rizki di sela pencatat saham perdana di BEI, Jakarta, Selasa dikutip Investor Daily.
Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 15,72 kali. Besarnya minat terhadap saham NICE mengindikasikan investor publik merespons positif potensi kinerja perusahaan ke depannya.
Dalam IPO, bertindak sebagai penjamin pelaksana efek adalah PT KB Valbury Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.
Dalam IPO, NICE menawarkan sebanyak 1,216 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dengan harga penawaran Rp 438 sehingga nilai IPO mencapai Rp 532,78 miliar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 2,66 triliun.
Setelah tercatat di BEI, NICE yang telah mendapatkan penetapan sebagai efek syariah akan memulai fase baru dengan masuknya LX International Corp perusahaan energi asal Korea sebagai pemegang saham pengendali NICE yang baru melalui PT Energy Battery Indonesia. LX International Corp akan memiliki 60% saham NICE dengan harga perolehan sama dengan harga IPO.
“Hadirnya PT LX International Corp merupakan strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya perusahaan dalam ekosistem dan rantai pasok industri pengolahan nikel dan baterai kendaraan listrik,” kata Stevano.
LX International Corp beroperasi di bidang energi, bahan industri, dan bisnis solusi di seluruh dunia. Perusahaan ini terlibat dalam pengembangan, investasi, pengoperasian tambang batu bara dan bisnis perdagangan batu bara di Indonesia, Tiongkok, Australia, dan sejumlah negara lainnya. LX International juga beroperasi di perkebunan kelapa sawit di Indonesia, agro, dan usaha perdagangan makanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




