Suku Bunga Acuan BI Dipangkas ke 5,75 Persen, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Terdepresiasi
Kamis, 16 Januari 2025 | 10:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan (BI-rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (15/1/2025). Keputusan ini diambil di tengah tekanan berat pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky, langkah ini berpotensi membuat rupiah semakin tertekan.
“Risikonya adalah tekanan terhadap rupiah akan semakin besar lagi dan kita khawatirkan bisa mencapai Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat (AS),” kata Teuku Riefky saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (16/1/2025).
Meskipun mengejutkan pasar, Riefky menilai keputusan pelonggaran moneter ini memiliki nilai positif, yaitu penurunan suku bunga kredit yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya bukan menjadi mandat BI, melainkan mandat pemerintah.
"Jadi ini harusnya bukan menjadi tujuan BI memotong tingkat suku bunga,” ujar dia.
Riefky juga memperingatkan risiko tambahan dari depresiasi rupiah, yaitu imported inflation atau kenaikan harga barang impor. Kondisi ini dapat memberikan tekanan pada harga dan daya beli masyarakat.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pagi hari ini masih tertekan. Dari data Bloomberg pada pukul 10.07 WIB di pasar spot exchange, rupiah berada pada level Rp 16.374 per dolar AS atau melemah 49 poin (0,30%).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




