Profesionalisme dan Sertifikasi Kunci Sukses Koperasi Merah Putih
Senin, 12 Mei 2025 | 14:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini menegaskan pentingnya profesionalisme dan sertifikasi dalam membangun Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Menurutnya, koperasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional jika ingin menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing.
"Salah satu kunci utama kesuksesan koperasi adalah profesionalisme pengurus dan manajer koperasi, yang ditunjukkan oleh sertifikasi dan standar kualitas manajer yang berkualitas dan sistem manajemen yang sehat," kata Didik yang juga Rektor Universitas Paramadina, Senin (12/5/2025).
Dia menekankan profesionalisme pengurus dan manajer koperasi yang baik harus dijalankan bersamaan dengan sertifikasi kompetensi manajemen. Urgensi sertifikasi bagi pengurus dan manajer koperasi merupakan faktor kunci keberhasilan program Koperasi Merah Putih.
"Sertifikasi disebut bukan sekadar formalitas, tetapi jaminan kompetensi karena telah melalui proses penilaian standar nasional, yang mencakup aspek manajemen, keuangan, kepemimpinan, dan pelayanan anggota," jelasnya.
Dengan adanya sertifikasi, koperasi disebut akan mendapatkan banyak keuntungan. Pertama, meningkatkan kepercayaan anggota, mitra usaha, dan lembaga keuangan. Kedua, menjamin pengelolaan koperasi sesuai prinsip tata kelola yang baik. Ketiga, mencegah praktik manajemen yang buruk, penyalahgunaan keuangan, dan konflik internal.
"Sertifikasi akan mempermudah akses koperasi terhadap pendanaan dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya," jelasnya.
Didik menyebut tanpa sertifikasi dan peningkatan kapasitas, pengurus dan manajer akan kesulitan membuat pengembangan bisnis yang bankable, laporan keuangan yang akuntabel, serta strategi usaha yang berkelanjutan. "Hal ini membuat koperasi Merah Putih berisiko stagnan bahkan gagal total," jelasnya.
Menurut Didik, koperasi Merah Putih akan mendapat kredit dari perbankan jika memiliki manajemen pengelola yang profesional dan tersertifikasi. Dari manajemen profesional tersebut lahir proposal usaha yang jelas dan layak (bankable), dengan rencana usaha yang disusun secara rinci, proyeksi arus kas, analisis pasar, risiko, dan strategi mitigasinya.
Ia juga menyampaikan bahwa cara mudah bagi koperasi pemula adalah bermitra dan menjalankan bisnis franchise, sehingga cukup mengikuti sistem bisnis induk yang dikelola pengusaha besar atau konglomerat.
Transformasi retail bisnis perdagangan menjadi koperasi-koperasi di pedesaan dinilai lebih adil ketimbang dimiliki oleh individu.
"Koperasi pemula yang mendapat bantuan pemerintah disarankan mengelola bisnis yang mudah di awal dengan membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri, UMKM, atau lembaga pelatihan untuk memperkuat jejaring bisnis dan daya tawar di mata bank," jelasnya.
Kebijakan Koperasi Merah Putih langkah baik tetapi tidak cukup hanya mengandalkan semangat gotong royong. Ia menekankan pentingnya kapasitas manajerial yang tersertifikasi.
"Transformasi koperasi ke arah profesionalisme disebut sebagai kunci agar koperasi menjadi institusi ekonomi rakyat yang kuat, berdaya saing, dan dipercaya lembaga keuangan," pungkasnya terkait Koperasi Merah Putih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




