Dompet Produksi Jepara Tembus Pasar AS, Nilai Ekspor Rp 195 Juta
Rabu, 28 Mei 2025 | 14:23 WIB
Jepara, Beritasatu.com – PT TBS Industrial Indo, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan telah memperoleh fasilitas kawasan berikat, mencatatkan ekspor perdana produk dompet wanita ke Amerika Serikat (AS).
Pada pengiriman perdananya, perusahaan ini berhasil mengekspor sebanyak 1.989 unit dompet wanita jenis wristlet ke pasar AS.
"Sementara nilai ekspor yang dicatatkan pada transaksi ini mencapai hampir US$ 12.000 atau sekira Rp 195,7 juta ," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus Lenni Ika Wahyudiasti di Kudus, dikutip dari Antara, Rabu (28/5/2025).
Acara pelepasan ekspor perdana di Mayong, Kabupaten Jepara tersebut dilakukan pada Senin (26/5/2025) turut dihadiri KPPBC Kudus diwakili Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama dan Muhammad Duki Pelaksana Bea Cukai Kudus, Sri Harsono.
Lenni mengungkapkan dompet merek Coach, hasil produksi anak bangsa tersebut akan diberangkatkan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia menambahkan, ekspor perdana ini tidak lepas dari peran aktif bea cukai Kudus yang menjalankan fungsinya.
"Perusahaan yang mendapatkan fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat ini merupakan badan usaha dengan penanaman modal asing dari Vietnam yang pertama berdiri di wilayah kerja bea cukai Kudus," jelasnya.
Mengacu pada Undang-Undang Kepabeanan Pasal 44 ayat (1), fasilitas kawasan berikat adalah insentif yang diberikan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, sebagai salah satu upaya menarik investasi ke dalam negeri.
Setelah perusahaan ditetapkan sebagai penerima fasilitas kawasan berikat, setiap pemasukan barang asal impor maupun lokal yang digunakan untuk diolah atau digabung untuk tujuan ekspor akan memperoleh sejumlah kemudahan.
Fasilitas meliputi penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, pembebasan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), serta tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
"Insentif fiskal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghasilkan produk-produk yang kompetitif di pasar global. Sehingga nanti berkontribusi positif dalam membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan kegiatan ekspor berperan sangat strategis bagi negara karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Aktivitas ekspor sangat penting pengaruhnya bagi negara karena mendukung pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan devisa,” pungkas Lenny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




