Nilai Ekspor Naik 9,68 Persen Ditopang Komoditas Nonmigas
Selasa, 1 Juli 2025 | 13:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai US$ 24,61 miliar, mengalami kenaikan 9,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh ekspor nonmigas yang mencatat peningkatan signifikan, khususnya dari komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan, nilai ekspor nonmigas bulan tersebut mencapai US$ 23,50 miliar, naik 11,89% secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan 21,71% menjadi hanya US$ 1,11 miliar.
"Peningkatan terbesar dalam ekspor nonmigas berasal dari komoditas lemak dan minyak nabati yang mencatat lonjakan 63,01%, dengan kontribusi sebesar 4,50% terhadap pertumbuhan ekspor," ucapnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Selasa (1/7/2025).
Komoditas lainnya yang juga menunjukkan kinerja kuat adalah besi dan baja yang naik 27,58%, serta mesin dan perlengkapan elektronik yang tumbuh 45,11%.
Secara sektoral, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor tertinggi senilai US$ 19,76 miliar, disusul oleh sektor pertambangan sebesar US$ 3,11 miliar, dan sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan dengan nilai US$ 0,63 miliar.
Dari ketiganya, hanya sektor pertambangan yang mengalami penurunan kinerja secara tahunan, sementara dua sektor lainnya mengalami peningkatan ekspor.
Pudji menambahkan bahwa ekspor komoditas, seperti kelapa sawit dan turunannya, logam dasar bukan besi, barang-barang perhiasan, semikonduktor, serta bahan kimia dasar berbasis pertanian turut mendorong pertumbuhan kinerja ekspor nonmigas Indonesia di bulan tersebut.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia dari Januari hingga Mei 2025 tercatat US$ 111,98 miliar, naik 6,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, nilai ekspor migas selama periode tersebut justru menurun 11,26%, menjadi US$ 5,92 miliar.
Tiga negara tujuan utama ekspor Indonesia selama lima bulan pertama tahun ini adalah Tiongkok sebesar US$ 24,25 miliar, disusul Amerika Serikat dengan US$ 12,11 miliar, dan India sebesar US$ 7,28 miliar. Ketiganya berkontribusi sekitar 41,16% terhadap total ekspor nonmigas nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




