ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asosiasi Dorong 5 Langkah Strategis Turunkan Biaya Logistik RI

Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:28 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi perusahaan logistik.
Ilustrasi perusahaan logistik. (Ist/Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Biaya logistik Indonesia dinilai masih kurang kompetitif dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Meski mengalami tren penurunan dari 26% pada 2014 menjadi 14,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2024, angka tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Ketua ALFI Institute (Institut Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, tingginya biaya logistik menjadi hambatan besar bagi daya saing nasional, apalagi dalam konteks persaingan perdagangan global yang makin kompleks.

“Untuk memperkuat daya saing industri nasional, biaya logistik dan rantai pasok yang efisien harus menjadi prioritas. Hanya dengan begitu Indonesia bisa menjadi mitra dagang utama di kancah global,” kata Yukki pada Jumat (1/8/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Yukki, tingginya biaya logistik di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Selain biaya transportasi, pergudangan, dan manajemen administrasi logistik, permasalahan utama terletak pada infrastruktur logistik yang belum merata serta rantai pasok yang belum berjalan efisien.

“Peningkatan infrastruktur logistik dan pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh akan berdampak luas, tidak hanya menurunkan biaya logistik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan, jasa, dan investasi di kawasan,” jelasnya.

Untuk itu, ALFI Institute merekomendasikan lima fokus kebijakan utama guna mereformasi sistem logistik nasional, yaitu pertama, penguatan infrastruktur logistik lintas moda darat, laut, dan udara.

Kedua, penyederhanaan tata kelola fiskal dan niaga logistik agar lebih efisien dan mudah diakses. Ketiga, harmonisasi regulasi dan birokrasi, agar proses logistik tak berbelit.

Kemudian, keempat, revitalisasi armada transportasi logistik guna meningkatkan performa operasional dan kelima peningkatan kompetensi SDM dan pelaku industri logistik, termasuk percepatan digitalisasi dan sistem manajemen.

Yukki menegaskan, kelima rekomendasi tersebut harus dijalankan secara terpadu agar mampu menekan biaya logistik secara signifikan dan berkelanjutan.

“Menurunkan biaya logistik bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan jika Indonesia ingin melompat lebih jauh dalam persaingan ekonomi global,” tutupnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Laba AKRA Naik Tajam, Kawasan Industri Jadi Andalan

Laba AKRA Naik Tajam, Kawasan Industri Jadi Andalan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon