ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor RI Diprediksi Tumbuh Positif Meski Dihantam Tarif AS

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 12:28 WIB
AS
DM
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: DM
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya menjelaskan, tarif yang dikenakan AS kepada Indonesia justru lebih rendah dari sebelumnya, yakni turun dari 32% menjadi 19%.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya menjelaskan, tarif yang dikenakan AS kepada Indonesia justru lebih rendah dari sebelumnya, yakni turun dari 32% menjadi 19%. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) optimistis kinerja ekspor Indonesia tetap tumbuh positif pada semester II 2025, meski dibayangi ketidakpastian global akibat perluasan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke 70 negara.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya menjelaskan, tarif yang dikenakan AS kepada Indonesia justru lebih rendah dari sebelumnya, yakni turun dari 32% menjadi 19%.

“Kinerja ekspor akan lebih baik karena tarif kita relatif lebih rendah dibanding sebelumnya. Mitra dagang utama, seperti Tiongkok dan Eropa juga lebih rendah. Hal ini diharapkan mendukung ekspor Indonesia,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Juli, rendahnya tarif AS memberi kepercayaan pasar yang lebih tinggi terhadap produk Indonesia. “Secara umum karena tarif ke Indonesia lebih rendah dibandingkan negara-negara lain, confidence-nya lebih tinggi. Harapannya ekspor akan terus meningkat,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari-Juni 2025 mencapai US$ 135,41 miliar, naik 7,70% dibanding periode sama tahun lalu. Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi US$ 107,60 miliar atau tumbuh 16,57% secara tahunan.

Meski kinerja ekspor positif, BI memproyeksikan transaksi berjalan tetap defisit pada kisaran 0,5% hingga 1,3% dari PDB. “Defisitnya masih rendah dan sehat, tidak membahayakan stabilitas ekonomi,” kata Juli.

Selain faktor ekspor, pertumbuhan ekonomi RI juga ditopang konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan stimulus fiskal tambahan sejak pertengahan 2025. BI pun melonggarkan kebijakan moneter dengan lima kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sejak September 2024 serta pemberian insentif likuiditas.

“Itu yang diharapkan akan mendorong ekonomi lebih baik di semester II. Sehingga pertumbuhan ekonomi 2025 berada di atas titik tengah kisaran 4,6-5,4%%,” pungkas Juli.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kadin Sebut Dampak Program Pemerintah mulai Terlihat

Kadin Sebut Dampak Program Pemerintah mulai Terlihat

EKONOMI
Airlangga Pamer Ekonomi RI Tumbuh dan Salip China dan Uni Eropa

Airlangga Pamer Ekonomi RI Tumbuh dan Salip China dan Uni Eropa

EKONOMI
Ditopang Investasi dan Ekspor, Ekonomi RI 2025 Akan Tumbuh 4,6-5,4%

Ditopang Investasi dan Ekspor, Ekonomi RI 2025 Akan Tumbuh 4,6-5,4%

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon