BNI Catat Laba Rp 15,12 Triliun pada Kuartal III 2025
Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat laba Rp 15,12 triliun pada kuartal III (Q3) 2025, didorong oleh sejumlah strategi, termasuk digitalisasi yang meningkatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,4% (year on year/yoy) dan pendapatan berbasis komisi sebesar 11% (yoy).
"Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Dari sisi pendanaan, yakni indikator Dana Pihak Ketiga (DPK), BNI mencatat pertumbuhan 21,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 934,3 triliun dengan porsi simpanan current account saving account, atau yang biasa disebut dana murah, tumbuh 13,3% menjadi Rp 613,4 triliun.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, BNI mencatat pertumbuhan 10,5% (yoy) menjadi Rp 812,2 triliun. Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan pertumbuhan kredit tersebut tercatat merata di seluruh segmen bisnis. "Ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif," ujar Paolo.
Kredit korporasi, kata Paolo, naik 12,4% menjadi Rp 450,7 triliun, didorong peningkatan pembiayaan kepada korporasi swasta, BUMN, dan institusi. Sementara itu, kredit segmen menengah tumbuh 14,3%, dan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% menjadi Rp 46,3 triliun.
Segmen konsumer juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 9,6% menjadi Rp 150,2 triliun, ditopang pembiayaan KPR, personal loan, dan kartu kredit. Adapun pertumbuhan kredit usaha di level grup naik 15,3% menjadi Rp 17,4 triliun.
Paolo menambahkan, perseroan juga memperkuat ketahanan keuangannya melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang pada akhir kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp 34,7 triliun, dengan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) mencapai 222,7%.
Hingga kuartal III 2025, rasio permodalan inti atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BNI sebesar 21,1%. Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di kisaran 2,0% dan Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4%.
BNI mengeklaim kualitas aset ini mencerminkan keberhasilan penerapan manajemen risiko yang kuat dan strategi ekspansi bisnis yang sehat dan hati-hati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




