Minat Investasi Emas Naik, Airlangga Soroti Pasokan yang Terbatas
Selasa, 4 November 2025 | 16:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dalam logam mulia atau emas terus meningkat. Kondisi ini tercermin dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan emas di pasar.
Airlangga menjelaskan, peningkatan investasi emas turut memengaruhi laju inflasi nasional. Pada Oktober 2025, inflasi tercatat sebesar 2,86% secara tahunan (year on year/yoy). Emas menjadi salah satu kontributor utama.
"Apabila melihat inflasi 2,86%, memang salah satu yang naik adalah terkait dengan pembelian emas," ungkap Airlangga dalam acara Kompas CEO Insight di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, saat ini pasokan emas batangan jauh lebih rendah dibandingkan permintaannya. Meski begitu, Airlangga menilai kondisi ini menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi, khususnya pada instrumen emas yang dianggap aman dan stabil.
Ia menambahkan, tipisnya pasokan emas di dalam negeri dipengaruhi oleh terganggunya produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) akibat sejumlah insiden beberapa waktu lalu. Airlangga berharap operasional Freeport segera pulih agar produksi komoditas mineral, termasuk emas, dapat kembali meningkat.
"Sebetulnya ini yang mempengaruhi salah satu harga emas naik all time high karena supply dan demand-nya tidak berimbang," pungkasnya.
Sebelumnya, laporan World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas dunia melonjak 3% secara tahunan menjadi 1.313 metrik ton pada kuartal III 2025, tertinggi sepanjang sejarah dalam satu kuartal. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan permintaan investasi.
Harga emas spot juga telah naik 50% sepanjang tahun ini, mencapai rekor tertinggi US$ 4.381 per troi ons pada 20 Oktober 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik, ketidakpastian tarif Amerika Serikat, serta efek fear of missing out (fomo) di kalangan investor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




