ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Diproyeksikan Tahan BI Rate di Level 4,75 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:14 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah ekonom memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) akan tetap bertahan di level 4,75% pada bulan ini. Proyeksi tersebut mengemuka menjelang pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI, Kamis (19/2/2026) siang, di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan volatilitas arus modal dalam beberapa pekan terakhir.

Chief Economist BSI Banjaran Surya mengatakan, stabilitas rupiah masih menjadi perhatian utama bank sentral.

“Walaupun inflasi relatif terjaga, BI juga perlu mempertahankan daya tarik yield surat berharga dibanding yang lain. Di sisi lain, pengaruh MSCI membuat aliran modal melalui pasar saham cenderung tertahan,” ucapnya dikutip Kamis.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, untuk menjaga kestabilan nilai tukar, Bank Indonesia meningkatkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada Februari 2026 dengan kebijakan moneter yang lebih kontraktif.

Secara terpisah, Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menyoroti dampak peringatan dari MSCI terkait isu free float serta revisi outlook Indonesia oleh Moody's dari stabil menjadi negatif. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan premi risiko dan memperbesar volatilitas arus modal.

"Dalam jangka pendek Bank Indonesia akan lebih mengutamakan stabilitas nilai tukar dan menjaga kepercayaan investor ketimbang melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Ruang penurunan suku bunga dinilai masih terbatas hingga tekanan pasar mereda," ucap dia.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mencatat, sejak pengumuman MSCI, pasar saham Indonesia mengalami arus keluar dana asing sebesar US$ 1,01 miliar. Sementara itu, arus keluar dari pasar obligasi mencapai US$ 0,37 miliar sejak perubahan outlook oleh Moody’s. Secara kumulatif, arus modal keluar dalam 30 hari terakhir mencapai US$ 1,06 miliar.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah. Yield tenor 10 tahun naik dari 6,31% pada 19 Januari 2026 menjadi 6,40% per 13 Februari 2026. Sementara tenor 1 tahun meningkat dari 4,67% menjadi 4,87%.

Untuk meredam tekanan, Bank Indonesia disebut aktif meningkatkan kepemilikan surat utang pemerintah guna menjaga stabilitas rupiah. Sejak akhir bulan lalu, rupiah tercatat melemah 0,27%, tetapi masih menguat 0,44% secara bulanan dalam 30 hari terakhir. Secara year to date (ytd), rupiah terdepresiasi 0,84% dan melemah 3,74% secara tahunan (yoy).

Pada sisi lain, inflasi Januari 2026 tercatat 3,55% (yoy), sedikit di atas kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%. Tekanan harga diperkirakan berlanjut menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, cenderung mempertahankan suku bunga acuan setidaknya hingga akhir kuartal pertama tahun ini.

Namun, potensi perlambatan ekonomi AS dan koreksi harga aset global dinilai dapat membuka peluang penurunan suku bunga pada paruh kedua 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

EKONOMI
Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

EKONOMI
Upaya BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi lewat Suku Bunga

Upaya BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi lewat Suku Bunga

EKONOMI
Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

EKONOMI
BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026

BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026

EKONOMI
Tekanan Inflasi dan Arus Modal Keluar, BI Diminta Tahan Suku Bunga

Tekanan Inflasi dan Arus Modal Keluar, BI Diminta Tahan Suku Bunga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT