Update Harga Emas Dunia: Turun Tipis karena Trump Tunda Serangan
Senin, 23 Maret 2026 | 22:46 WIB
London, Beritasatu.com – Harga emas dunia memangkas penurunan pada perdagangan Senin (23/3/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan, seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran.
Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.470,36 per ons, setelah sebelumnya sempat anjlok lebih dari 8% ke level terendah harian di US$ 4.097,99. Pada pekan lalu, emas juga mencatat kinerja terburuk sejak 1983.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat turun 2,2% ke level US$ 4.471,60 per ons.
Sedangkan arga perak naik 3,3% menjadi US$ 70,01 per ons, sementara platinum turun 1,1% ke US$ 1.901,53. Adapun paladium menguat 3,4% menjadi US$ 1.450,79.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan pelemahan tajam sebelumnya dipicu aksi jual berkelanjutan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, pasar berbalik arah setelah pernyataan Trump di media sosial.
“Pembalikan arah terjadi setelah pernyataan Trump yang memicu perubahan sentimen di berbagai pasar, mulai dari logam, energi, hingga ekuitas,” ujarnya dilansir dari Reuters.
Ia menambahkan volatilitas pasar diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Kenaikan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, kurang diminati karena meningkatnya biaya peluang.
Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang konstruktif dan memutuskan menunda serangan terhadap fasilitas energi. Dialog antara kedua negara disebut akan terus berlangsung sepanjang pekan ini.
Namun demikian, kantor berita Fars menyebut tidak ada komunikasi langsung maupun tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Setelah pernyataan tersebut, harga minyak dunia turun tajam dan dolar Amerika Serikat melemah. Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi investor global.
Sejak konflik Timur Tengah memanas pada 28 Februari 2026, harga emas spot telah turun lebih dari 15% dan terkoreksi sekitar 20% dari rekor tertinggi US$ 5.594,82 yang dicapai pada 29 Januari 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




