ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Menteri Duga Ada Pihak yang Menghasut

Senin, 10 Agustus 2015 | 14:22 WIB
PP
B
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: B1
Menteri Perdagangan RI Rahmat Gobel
Menteri Perdagangan RI Rahmat Gobel (GlobeAsia Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian tentang pedagang daging sapi yang mogok jualan. Ia menduga ada pihak yang menghasut pedagang untuk mogok jualan. Menurutnya ajakan mogok pedagang sudah mengganggu roda perekomian saat ini.

Pihaknya akan menggunakan UU perdagangan dan pangan untuk mengatasi ini. Ia mesti mengevaluasi pihak yang menghasut hingga membuat pedagang mogok berjualan.

"Ini ada ajakan mogok pedagang sapi, jelas tidak benar. Stok sapi sebenarnya cukup, tetapi menteri pertanian memang sengaja menahan impor sapi yang belum dikeluarkan," ujar Gobel di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/8).

Mahalnya harga daging sapi saat ini, lanjutnya, ditengarai ada permainan dari sekelompok pengusaha yang sengaja menahan masuknya daging ke pasar. Hal ini yang membuat harga daging sapi menjadi sangat mahal dan langka.

ADVERTISEMENT

"Ya, jadinya seperti sekarang ini kalau diberikan ke pengusaha tidak mau melepaskan daging sapi ini. Maka kami serahkan ke Bulog untuk tanggung jawab," tuturnya.

Dikatakan Gobel, tindakan menimbun atau menahan daging sapi itu termasuk pidana. Ia masih akan mengkaji hal tersebut bersama Kementerian Pertanian dengan menggunakan UU Perdagangan atau pangan.

Sementara untuk mengatasi tingginya harga dan pedagang yang mogok jualan, Bulog bersama Kementerian Perdagangan pun menggelar operasi pasar di sejumlah titik di Jakarta. Salah satunya di Pasar Kramat Jati. "Ada dua truk yang disediakan di Pasar Kramat Jati. Harga daging lebih murah Rp 90.000 per kilogram," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon