ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perhepi: Swasembada Sapi Tercapai pada 2024

Selasa, 22 September 2015 | 19:02 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah sapi import diatas kapal
Sejumlah sapi import diatas kapal (Istimewa)

Jakarta - Ketua Persatuan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin memprediksi swasembada daging sapi akan terwujud pada 2024.  Dengan demikian, target pemerintah yang mendorong swasembada daging sapi pada 2019 sebesar 746.000 ton akan sulit tercapai.

"Saya khawatir (target swasembada daging sapi pada 2019) tidak tercapai. Saya tidak ingin mengulangi pemerintahan yang lama. Di mana pemerintahan yang lama itu targetkan swasembada sapi itu dengan langsung menekan kuota impor. Lalu apa yang terjadi kita sudah lihat dan sudah saksikan banyak kontroversi," tuturnya dalam seminar di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Selasa (22/9).

Ia mengatakan target swasembada 2019 itu sulit terwujud mengingat kondisi saat ini peternak sapi tidak teroganisasi dengan baik. Jadi, produksi sapi pun masih dalam skala kecil karena hanya dilakukan peternakan individu atau rumah tangga. Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini, pemerintah juga menghadapi tantangan stabilisasi harga yang sulit tercapai.

Jika demikian keadaannya, maka sulit untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, apalagi swasembada daging sapi 2019.
Pihaknya telah melakukan analisisa dan simulasi dengan permintaan dan ketersediaan sapi dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ia mengatakan ketersediaan indukan sapi lokal juga masih terbatas. Dengan kewenangan mengimpor langsung dimiliki Badan Urusan Logistik, stabilisasi harga mungkin dapat tercapai. Namun, hal lain yang lebih penting juga adalah mendorong terciptanya swasembada peternak sapi.

Kepala BPS Suryamin mengatakan peternakan sapi secara wilayah dan kepemilikan belum teroganisasi dengan baik sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan dalam negeri secara menyeluruh. Oleh karena itu, kata dia, perlu penanganan peternakan sapi secara intensif sehingga peternakan sapi tidak hanya dalam jumlah yang sedikit. Peternakan sapi saat ini masih dikelola oleh individu atau rumah tangga dengan jumlah yang dipelihara berkisar 2-4 ekor sapi. Padahal, hampir 80-90 persen peternakan sapi dikuasai oleh rumah tangga atau individu.

Untuk itu, ia mengatakan, perlunya korporasi sehingga peternak kecil dapat mengembangkan usaha peternakannya mengingat ada kebutuhan daging sapi yang harus bisa dipenuhi setiap hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon