BPS: Nilai Ekspor dan Impor DKI pada Agustus Meningkat
Jumat, 2 Oktober 2015 | 13:23 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, nilai ekspor dan impor melalui DKI Jakarta pada Agustus 2015 mengalami peningkatan dibandingkan Juli 2015.
Nilai ekspor melalui DKI Jakarta pada Agustus 2015 mencapai US$ 3,9 miliar. Angka ini naik 19,36 persen dari nilai ekspor Juli 2015, yang mencapai US$ 3,2 miliar. Nilai ini lebih rendah 5,50 persen dibandingkan Agustus 2014.
Hal ini sejalan dengan ekspor nasional yang juga mengalami peningkatan pada Agustus 2015, sebesar 10,79 persen dibandingkan Juli 2015. Tetapi lebih rendah 12,28 persen dibandingkan Agustus 2014.
Begitu juga dengan nilai ekspor produk DKI Jakarta sepanjang Agustus 2015, mengalami peningkatan, yaitu mencapai US$ 999,3 juta. Ini berarti mengalami peningkatan 30,39 persen dari nilai ekspor Juli 2015, yang mencapai US$ 766,55 juta, namun lebih rendah 2,22 persen dibandingkan nilai ekspor sejenis pada Agustus tahun sebelumnya.
Kepala BPS DKI Jakarta, Nyoto Widodo mengatakan, kenaikan nilai ekspor dan impor melalui DKI Jakarta serta nilai ekspor DKI Jakarta menunjukkan roda perekonomian di Jakarta masih berjalan dengan baik.
"Nilai ekspor dan impor kita mengalami peningkatan. Ini membuktikan roda perekonomian Jakarta berjalan dengan baik. Meskipun berjalan landai," kata Nyoto, Jakarta, Jumat (2/10).
Dengan adanya peningkatan, maka kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta juga mengalami peningkatan sebesar 2,14 poin, atau 25,39 persen. Naik dibandingkan kontribusi bulan sebelumnya yang mencapai 23,25 persen.
"Ada enam komoditi yang paling memberikan kontribusi terbanyak dalam peningkatan nilai ekspor produk DKI Jakarta," ujarnya.
Keenam komoditi unggulan tersebut adalah kendaraan dan bagiannya US$ 111,43 juta; perhiasan/permata US$ 69,20 juta; kopi, teh dan rempah-rempah US$ 11,89 juta; ikan dan udang US$ 10,93 juta; plastik dan barang dari plastik US$ 3,71 juta serta tembaga US$ 0,16 juta.
Sementara, empat komiditi unggulan lainnya mengalami penurunan, yaitu pakaian jadi bukan rajutan US$ 8,92 juta; mesin/peralatan listrik US$ 2,05 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik US$ 1,31 juta dan barang-barang rajutan US$ 0,57 juta.
Nyoto mengungkapkan, pasar utama ekspor produk DKI Jakarta sepanjang Agustus 2015 tetap berada di kawasan ASEAN, dengan nilai 40,84 persen. Angka ini mengalami peningkatan 5,32 poin dari market share kawasan ASEAN pada bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 35,52 persen. Angka ini juga lebih tinggi 2,65 poin dari Juli 2015, yang mencapai 38,19 persen.
Untuk nilai impor melalui DKI Jakarta pada Agustus 2015, lanjutnya, mencapai US$ 6,1 miliar, mengalami peningkatan 29,93 persen dari nilai impor Juli 2015, tapi lebih rendah 13,82 persen dibandingkan Agustus 2014.
"Hal ini sejalan dengan peningkatan impor nasional pada Agustus 2015, sebesar 21,69 persen, dibandingkan Juli 2015, tetapi lebih rendah 17,06 persen dari Agustus 2014," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan golongan penggunaan barang atau broad economy category, nilai Impor Januari-Agustus 2015 mengalami penurunan untuk semua golongan. Golongan penggunaan barang konsumsi mengalami penurunan 13,12 persen; golongan penggunaan barang baku dan penolong turun 12,38 persen, serta dan barang modal turun 22,65 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




