ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sarjana Kelautan Diminta Tak Berikan Konsesi Laut Ke Asing

Senin, 7 Desember 2015 | 21:48 WIB
WS
B
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: B1
Sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) asal Vietnam duduk di atas satu dari sepuluh kapal yang berhasil ditangkap kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, 6 Agustus 2015. Antara/Jessica Helena Wuysang
Sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) asal Vietnam duduk di atas satu dari sepuluh kapal yang berhasil ditangkap kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, 6 Agustus 2015. Antara/Jessica Helena Wuysang

Jakarta -Sarjana Kelautan yang ada di Indonesia, khususnya anggota Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), diminta untuk tidak pernah memberikan konsesi laut Indonesia kepada kapal dan nelayan asing. Selain itu, mereka juga diminta tidak membiarkan kapal asing masuk laut Indonesia, khususnya di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), selain nelayan Indonesia.


"Tidak ada yang boleh yang masuk ke ZEE kita. Saya tidak ingin nantinya Indonesia akan seperti Afrika yang konsesinya dimiliki oleh asing," tegas Susi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, baru-baru ini.


Menteri Susi mengatakan, dirinya tidak ingin kondisi Afrika terjadi di Indonesia. Di Afrika, konsesi lautnya dibuka sehingga Eropa yang memegang konsesi laut mereka. Akhirnya semua menyerbu masuk untuk mengeksplorasi kekayaan sumber daya alam kelautan dan perikanan di negara tersebut. Masyarakat Afrika hanya bisa melihat sumber daya alamnya tersebut habis diambil dan dibawa pergi oleh kapal-kapal besar yang melintas di lautnya.


Hal ini dinilai penting karena di Laut Arafuru Indonesia hampir semua berada di ZEE. Walaupun ada pakar ilmiah yang mengatakan jika Indonesia tidak bisa mengeksplorasi ZEE maka akan tidak bisa memanfaatkan secara maksimal untuk pertumbuhan ekonomi sektor kelautan dan perikanan, Susi tidak setuju akan hal itu. Dia tegas menyatakan, Indonesia tidak boleh dibagi dengan asing.

ADVERTISEMENT


"Saya jawab, No Way! Saya tidak mau warga kita hanya melihat kapal-kapal besar melintas dihadapan mereka dengan membawa kekayaan sumber daya alam di sektor kelautan dan perikanan kita," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rumput Laut Bisa Jadi Emas Hijau untuk Indonesia

Rumput Laut Bisa Jadi Emas Hijau untuk Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon