Puskepi Pertanyakan Pihak Swasta Tak Jual Premium
Selasa, 5 Januari 2016 | 22:32 WIB
Pontianak - Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mempertanyakan pihak swasta seperti AKR, Shell dan Total yang tidak mau menjual premium dan hanya menjual BBM jenis pertamax dan sejenisnya saja di Indonesia.
"Harga minyak saat ini murah, kok pihak swasta tidak tertarik menjual premium di negeri ini," kata Sofyano Zakaria saat dihubungi di Jakarta, Selasa (5/1).
Ia menjelaskan, jika harga minyak naik sedangkan harga jual BBM tidak dikoreksi naik oleh pemerintah, maka besar kemungkinan PT Pertamina (Persero) yang akan jadi korban, dipaksa rugi lagi.
"Mengapa pihak swasta pemilik SPBU AKR, Shell dan Total yang ada di Indonesia tidak mau jual BBM jenis premium jika benar harga minyak bisa lebih murah dari harga jual pada SPBU Pertamina," ujarnya.
Bukankah, menurut dia, para politisi bahkan yang mengaku sebagai ekonom hebat di negeri ini sering bicara ke media bahwa harga jual premium (non subsidi) yang dijual Pertamina mahal. Padahal katanya, harga minyak dunia sudah turun.
"Logikanya yang dipakai oleh orang 'sehat' jika harga premium harusnya lebih murah dari yang dijual Pertamina karena faktor turunnya harganya minyak dunia, sudah pasti pihak swasta seperti Shell, Total dan AKR yang sudah punya SPBU di negeri ini juga akan berusaha jualan premium yang harganya pastinya lebih murah dari Pertamina," katanya.
Tetapi nyatanya, bahkan harga BBM sejenis pertamax yang dijual pihak SPBU swasta tersebut, nyatanya harganya tetap lebih mahal dari harga yang dijual di SPBU Pertamina, ujarnya.
"Rakyat sepertinya sengaja 'dibodohi' dengan pendapat yang disengaja dibuat untuk membohongi rakyat saja oleh mereka dan tujuannya agar rakyat 'marah' terhadap pemerintah. Apakah Ini bisa disebut sebagai tanda manusia yang zolim," ungkapnya.
Sofyano menambahkan, ada kesan rakyat sengaja "dibodohi" dengan pernyataan pihak-pihak yang senang menyuarakan pendapat yang menyesatkan terkait perhitungan harga jual BBM.
Membeli minyak bukanlah seperti beli minyak goreng atau lainnya didalam negeri, pagi beli langsung bayar dan bisa langsung diterima. Harga minyak fluktuatif, naik turun setiap harinya, ditambah biaya distribusi minyak di negeri ini tergolong mahal karena negara kita negara kepulauan.
"Beda dengan negara-negara di Arab yang ada dalam satu daratan dan negara lainnya, seperti Malaysia atau bahkan Singapura. Mengapa tidak disampaikan bahwa harga minyak sangat bergantung pula dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, artinya walau harga minyak turun tetapi kurs rupiah melemah apa dampaknya terhadap harga jual BBM dalam negeri, hal itu harusnya disampaikan oleh pihak-pihak yang suka bersuara soal harga BBM, katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




