ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puskepi Pertanyakan Pihak Swasta Tak Jual Premium

Selasa, 5 Januari 2016 | 22:32 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Jakarta, 3 November 2015.
Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Jakarta, 3 November 2015. (Beritasatu.com/Herman)

Pontianak - Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mempertanyakan pihak swasta seperti AKR, Shell dan Total yang tidak mau menjual premium dan hanya menjual BBM jenis pertamax dan sejenisnya saja di Indonesia.

"Harga minyak saat ini murah, kok pihak swasta tidak tertarik menjual premium di negeri ini," kata Sofyano Zakaria saat dihubungi di Jakarta, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, jika harga minyak naik sedangkan harga jual BBM tidak dikoreksi naik oleh pemerintah, maka besar kemungkinan PT Pertamina (Persero) yang akan jadi korban, dipaksa rugi lagi.

"Mengapa pihak swasta pemilik SPBU AKR, Shell dan Total yang ada di Indonesia tidak mau jual BBM jenis premium jika benar harga minyak bisa lebih murah dari harga jual pada SPBU Pertamina," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bukankah, menurut dia, para politisi bahkan yang mengaku sebagai ekonom hebat di negeri ini sering bicara ke media bahwa harga jual premium (non subsidi) yang dijual Pertamina mahal. Padahal katanya, harga minyak dunia sudah turun.

"Logikanya yang dipakai oleh orang 'sehat' jika harga premium harusnya lebih murah dari yang dijual Pertamina karena faktor turunnya harganya minyak dunia, sudah pasti pihak swasta seperti Shell, Total dan AKR yang sudah punya SPBU di negeri ini juga akan berusaha jualan premium yang harganya pastinya lebih murah dari Pertamina," katanya.

Tetapi nyatanya, bahkan harga BBM sejenis pertamax yang dijual pihak SPBU swasta tersebut, nyatanya harganya tetap lebih mahal dari harga yang dijual di SPBU Pertamina, ujarnya.

"Rakyat sepertinya sengaja 'dibodohi' dengan pendapat yang disengaja dibuat untuk membohongi rakyat saja oleh mereka dan tujuannya agar rakyat 'marah' terhadap pemerintah. Apakah Ini bisa disebut sebagai tanda manusia yang zolim," ungkapnya.

Sofyano menambahkan, ada kesan rakyat sengaja "dibodohi" dengan pernyataan pihak-pihak yang senang menyuarakan pendapat yang menyesatkan terkait perhitungan harga jual BBM.

Membeli minyak bukanlah seperti beli minyak goreng atau lainnya didalam negeri, pagi beli langsung bayar dan bisa langsung diterima. Harga minyak fluktuatif, naik turun setiap harinya, ditambah biaya distribusi minyak di negeri ini tergolong mahal karena negara kita negara kepulauan.

"Beda dengan negara-negara di Arab yang ada dalam satu daratan dan negara lainnya, seperti Malaysia atau bahkan Singapura. Mengapa tidak disampaikan bahwa harga minyak sangat bergantung pula dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, artinya walau harga minyak turun tetapi kurs rupiah melemah apa dampaknya terhadap harga jual BBM dalam negeri, hal itu harusnya disampaikan oleh pihak-pihak yang suka bersuara soal harga BBM, katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PLN Tegaskan Isu Tarif Listrik Naik Tanpa Pemberitahuan Hoaks

PLN Tegaskan Isu Tarif Listrik Naik Tanpa Pemberitahuan Hoaks

EKONOMI
Warganet Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Segini Tarifnya pada Mei 2026

Warganet Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Segini Tarifnya pada Mei 2026

EKONOMI
PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt melalui Strategi Pengadaan Terintegrasi GIGA ONE

PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt melalui Strategi Pengadaan Terintegrasi GIGA ONE

EKONOMI
ITPLN Buka 150 Kursi Ikatan Kerja PLN, Pendaftaran Ditutup 4 Mei

ITPLN Buka 150 Kursi Ikatan Kerja PLN, Pendaftaran Ditutup 4 Mei

NASIONAL
Kejari Jakbar Selamatkan Aset PLN Rp 380 Miliar di Cengkareng

Kejari Jakbar Selamatkan Aset PLN Rp 380 Miliar di Cengkareng

JAKARTA
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon