Multifinance Bukukan Laba Rp 7,76 Triliun
Senin, 3 Oktober 2016 | 22:46 WIB
Jakarta – Industri pembiayaan (multifinance) membukukan laba bersih Rp 7,76 triliun pada Januari-Agustus 2016, tumbuh 3,47% dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba setelah pajak multifinance tersebut naik 16,52% dibanding realisasi Juli 2016 yang sebesar Rp 6,66 triliun.
Statistik lembaga pembiayaan yang dipublikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pekan lalu menunjukkan, sampai akhir Agustus industri multifinance membukukan pendapatan operasional Rp 56,45 triliun. Sementara itu, nominal beban operasional yang ditanggung Rp 46,80 triliun. Untuk indikator beban, besaran penghapusan atau penyusutan pembiayaan multifinance naik 6,80% (yoy) pada Agustus lalu.
Namun, jika dilihat dari data Januari 2016 terdapat kenaikan signifikan penghapusan atau penyusutan yang ditanggung multifinance. Sebab, pada Januari 2016 nominal write off atau depreciation baru sebesar Rp 919 miliar. Pada periode sama, non performing financing (NPF) industri di level 1,43%. Sementara itu, pada akhir Agustus 2016, NPF di level 2,22%.
Berkaitan dengan kondisi industri, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi W Siahaan mengatakan, melihat perkembangan kondisi industri pihaknya memprediksi piutang pembiayaan maksimal hanya naik 1% (yoy) sampai akhir 2016. Pasalnya, selain diterpa kondisi ekonomi global, bisnis multifinance masih didominasi pembiayaan otomotif yang juga menghadapi penurunan penjualan kendaraan sepeda motor dan mobil.
Padahal, pada awal Juli 2016 APPI memprediksi piutang pembiayaan masih dapat tumbuh kisaran 3-5% (yoy). "Perusahaan multifinance menilai piutang pembiayaan hanya sekitar 1% (yoy), karena Juli lalu total aset saja minus 0,06% (yoy). Sekarang kami hanya punya waktu kerja selama satu kuartal dan hal yang penting dapat tumbuh sekitar 1%. Itu bagi kami sudah lebih baik dibanding piutang pembiayaan industri di level minus," tegas Suwandi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Data OJK juga menunjukkan, sampai Agustus 2016 piutang pembiayaan multifinance menanjak 0,86% dari Rp 370,85 triliun menjadi Rp 374,06 triliun. Secara year to date (ytd), pembiayaan industri ini tumbuh 2,97% pada Agustus 2016 dibanding Desember 2015 yang sebesar Rp 363,27 triliun. Pada Agustus 2016, total aset multifinance menurun dibanding Juli, yakni minus 1,14% (yoy) menjadi Rp 432,74 triliun.
Secara persentase, lini usaha pembiayaan multifinance yang naik signifikan adalah pembiayaan kartu kredit, dari Rp 63 miliar menjadi Rp 128 miliar pada Agustus lalu. Disusul oleh pembiayaan anjak piutang yang tumbuh 12,18% (yoy) menjadi Rp 11,42 triliun. Total pembiayaan konsumer masih merupakan kontributor utama pertumbuhan industri secara nominal, yaitu 6,38% (yoy) menjadi Rp 263,04 triliun.
Di sisi lain, pembiayaan sewa guna usaha terlihat masih tertekan yang tercatat minus di angka 12,22% hingga menjadi Rp 99,48 triliun. Oleh sebab itu, menurut Suwandi, multifinance sebaiknya mulai memperluas lini usaha pembiayaan guna menunjang ekspansi ke depan.
Berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 29, OJK telah mengimbau perusahaan pembiayaan untuk tidak hanya fokus kepada pembiayaan konsumen. Pelaku usaha multifinance diharapkan dapat mengembangkan bisnis di modal usaha, modal kerja, atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Berkaitan dengan UMKM secara khusus ekonomi kreatif, APPI mencatat new booking sudah menyentuh Rp 3,97 triliun pada Juni 2016. Itu baru kisaran 6-7 perusahaan yang melaporkan kepada kami. Padahal, akhir tahun lalu new booking ke sektor ekonomi kretif baru mencapai Rp 4,35 triliun," papar Suwandi.
Sejauh ini partisipasi pelaku yang minim ke modal kerja dan investasi, ataupun UMKM antara lain menurut dia tidak terlepas dari faktor pendanaan dan keberadaan pihak ketiga. Berkaitan dengan hal tersebut, menurut dia, APPI berharap OJK dapat mengamandemen POJK 29, sehingga dapat mempermudah gerak dari pelaku multifinance.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




