SBY Minta Masukan KEN dan KIN
Selasa, 24 April 2012 | 16:07 WIB
Saya meminta agar KEN bisa menyampaikan rekomendasi sebagai bagian dari kebijakan yang dikembangkan pemerintah.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masukan Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN) untuk penguatan ekonomi nasional dalam Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, hari ini.
SBY mengatakan, KEN dan KIN memang bukan badan pembuat kebijakan, namun kedua komite ini penting dalam menyampaikan rekomendasi hasil kajian masalah perekonomian dan inovasi nasional.
”Saya meminta agar KEN bisa menyampaikan rekomendasi sebagai bagian dari kebijakan yang dikembangkan pemerintah," kata SBY dalam pembukaan Sidang Kabinet Terbatas, hari ini.
Dia mengatakan, rekomendasi dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tahun ini utamanya menjaga keamanan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan(APBNP) 2012 dan keadaan fiskal.
SBY mengatakan, pada tahun ini perekonomian nasional menghadapi sejumlah tantangan yang berasal dari faktor eksternal dan internal. ”Kita harus menjaga agar ekonomi kita bisa kita jaga dengan baik,” ujar SBY didampingi Wakil Presiden Boediono.
Turut hadir dalalam rapat hari ini, Ketua KEN Chaerul Tandjung, Ketua KIN Profesor Zuhal, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masukan Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN) untuk penguatan ekonomi nasional dalam Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, hari ini.
SBY mengatakan, KEN dan KIN memang bukan badan pembuat kebijakan, namun kedua komite ini penting dalam menyampaikan rekomendasi hasil kajian masalah perekonomian dan inovasi nasional.
”Saya meminta agar KEN bisa menyampaikan rekomendasi sebagai bagian dari kebijakan yang dikembangkan pemerintah," kata SBY dalam pembukaan Sidang Kabinet Terbatas, hari ini.
Dia mengatakan, rekomendasi dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tahun ini utamanya menjaga keamanan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan(APBNP) 2012 dan keadaan fiskal.
SBY mengatakan, pada tahun ini perekonomian nasional menghadapi sejumlah tantangan yang berasal dari faktor eksternal dan internal. ”Kita harus menjaga agar ekonomi kita bisa kita jaga dengan baik,” ujar SBY didampingi Wakil Presiden Boediono.
Turut hadir dalalam rapat hari ini, Ketua KEN Chaerul Tandjung, Ketua KIN Profesor Zuhal, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




