DPR Himbau 4 Pemprov Kalimantan Batalkan Boikot Tambang
Rabu, 9 Mei 2012 | 12:39 WIB
Langkah ini sebagai protes langkanya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di pulau Borneo itu.
Empat pemerintah daerah di Kalimantan diminta untuk membatalkan rencanan memboikot pengiriman tambang ke luar wilayah tersebut.
Langkah ini sebagai protes langkanya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di pulau Borneo itu.
"Ini mungkin bentuk kegusaran ketika persoalan distribusi BBM dialami di Kalimantan sehingga mereka mengeluarkan warning yang sangat keras. Lebih baiknya kalau tidak boikot-memboikot," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, d Jakarta, hari ini.
Pramono mengakui sering mendapat laporan soal terganggunya distribusi BBM, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Padahal, warga di sana bersedia membayar berapapun untuk mendapatkan BBM.
"Itu keprihatinan yang harus dipikirkan pemerintah. BBM ini kan bukan hanya persoalan di Jawa. Menurut saya harus secara menyeluruh. Padahal penghasil BBM paling utama di Kalimantan dan Sumatera," kata dia.
Sebelumnya, empat gubernur Kalimantan mengancam menghentikan pengiriman hasil tambang ke luar Kalimantan jika permintaan tambahan jatah BBM bersubsidi tak dipenuhi.
Pasalnya, warga harus mengantri panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
Hal itu dianggap menghambat perputaran ekonomi di daerah, sekaligus membuat sebagian besar masyarakat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Empat pemerintah daerah di Kalimantan diminta untuk membatalkan rencanan memboikot pengiriman tambang ke luar wilayah tersebut.
Langkah ini sebagai protes langkanya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di pulau Borneo itu.
"Ini mungkin bentuk kegusaran ketika persoalan distribusi BBM dialami di Kalimantan sehingga mereka mengeluarkan warning yang sangat keras. Lebih baiknya kalau tidak boikot-memboikot," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, d Jakarta, hari ini.
Pramono mengakui sering mendapat laporan soal terganggunya distribusi BBM, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Padahal, warga di sana bersedia membayar berapapun untuk mendapatkan BBM.
"Itu keprihatinan yang harus dipikirkan pemerintah. BBM ini kan bukan hanya persoalan di Jawa. Menurut saya harus secara menyeluruh. Padahal penghasil BBM paling utama di Kalimantan dan Sumatera," kata dia.
Sebelumnya, empat gubernur Kalimantan mengancam menghentikan pengiriman hasil tambang ke luar Kalimantan jika permintaan tambahan jatah BBM bersubsidi tak dipenuhi.
Pasalnya, warga harus mengantri panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
Hal itu dianggap menghambat perputaran ekonomi di daerah, sekaligus membuat sebagian besar masyarakat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




