ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antam Targetkan Kinerja Operasional Tumbuh Signifikan

Kamis, 8 Maret 2018 | 17:42 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
Jajaran direksi PT Aneka Tambang Tbk saat berbuka puasa dengan media di Jakarta Rabu 14 Juni 2017. Tampak Presiden Direktur Arie Prabowo (ketiga kanan) dan Direktur Keuangan, Dimas Wikan (paling kiri) beserta direksi lainnya.
Jajaran direksi PT Aneka Tambang Tbk saat berbuka puasa dengan media di Jakarta Rabu 14 Juni 2017. Tampak Presiden Direktur Arie Prabowo (ketiga kanan) dan Direktur Keuangan, Dimas Wikan (paling kiri) beserta direksi lainnya. (Whisnu Bagus)

Jakarta - PT Antam Tbk menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit di tahun 2018.

Untuk feronikel, Antam menargetkan volume produksi sebesar 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 19 persen dibandingkan dengan capaian produksi unaudited tahun 2017 sebesar 21.762 TNi.

Peningkatan target ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik Feronikel Pomalaa secara bertahap hingga mencapai kapasitas terpasang sebesar 27.000 TNi.

Untuk komoditas emas, Antam menargetkan produksi sebesar 2.201 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat penjualan emas mencapai 24.000 kilogram (kg). Volume tersebut naik sekitar 81 persen dibandingkan capaian penjualan emas unaudited tahun 2017 sebesar 13.202 kg.

ADVERTISEMENT

Lonjakan tajam ini seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia Antam baik di pasar domestik maupun ekspor. Antam merupakan satu-satunya gold refinery di Indonesia yang memiliki sertifikat London Bullion Market Association (LBMA) yang menjamin kepastian berat dan kemurnian produk emas Logam Mulia Antam sehingga dapat diperdagangkan secara internasional.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, mengatakan, target operasi komoditas utama Antam di tahun ini lebih tinggi dibandingkan realisasi volume produksi dan penjualan unaudited di tahun 2017.

"Melalui ekspektasi peningkatan kinerja operasi ini serta fokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, kami berkomitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," kata Arie dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (8/3).

Dirinya melanjutkan, seiring dengan didapatkannya izin ekspor bijih nikel kadar rendah (<1,7 persen Ni) sebesar 3,9 juta wet metric ton (wmt) dan bijih bauksit tercuci sebesar 850.000 wmt dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas komitmen nyata perusahaan mengembangkan hilirisasi mineral di dalam negeri serta untuk mendukung peningkatan target produksi feronikel.

Tahun ini Antam menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 11,25 juta wmt yang akan digunakan sebagai bahan baku produksi feronikel serta untuk mendukung penjualan bijih nikel.

Total penjualan bijih nikel Antam di 2018 ditargetkan sebesar 9,30 juta wmt yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Target penjualan bijih nikel 2018 tumbuh 228 persen dibandingkan volume penjualan bijih nikel unaudited tahun 2017 sebesar 2,83 juta wmt.

Adapun volume produksi dan penjualan bijih bauksit tahun 2018 ditargetkan sebesar masing-masing 1,60 juta wmt untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon