Kuartal I, Pendapatan Pelindo II Rp1,27 Triliun
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:42 WIB
Angka itu lebih tinggi 42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp894 miliar
Pendapatan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) selama triwulan pertama 2012 mencapai Rp1,27 triliun.
"Angka itu lebih tinggi 42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp894 miliar. Dari pendapatan tersebut perusahaan membukukan laba Rp513 miliar atau naik 45,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," demikian pernyataan tertulis IPC yang diterima di Jakarta, hari ini.
Pendapatan perusahaan diperoleh dari pendapatan jasa kapal, jasa barang, pengusahaan alat, pelayanan terminal, pelayanan terminal peti kemas, pengusahaan TBAL, fasilitas rupa-rupa dan kerja sama dengan mitra usaha.
Selain itu, IPC juga melakukan investasi Rp357 miliar pada triwulan pertama 2012 atau menyerap 8,32 persen anggaran investasi 2012 sebesar Rp4,3 triliun.
Beberapa investasi yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah penguatan dan pemasangan rel "gantry luffing crane" dan pekerjaan pembangunan lapangan peti kemas.
Di luar Pelabuhan Tanjung Priok, IPC melakukan investasi seperti perbaikan di Pelabuhan Pontianak, pengerukan pelabuhan Banten dan Bengkulu serta pembangunan "stock pile" batu bara di Pelabuhan Jambi.
IPC juga menambah 27 crane di lima pelabuhan untuk mempercepat proses bongkar muat barang dan pengadaan delapan kapal yang mendukung operasional pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh IPC.
Untuk pengembangan sumber daya manusia, IPC melaksanakan program pasca sarjana luar negeri atas biaya perusahaan yang dianggarkan hingga Rp576,05 miliar.
"Investasi yang kami lakukan, bertujuan untuk memperbaiki seluruh layanan pelabuhan agar kapal-kapal besar mau dan pasti datang ke pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC sehingga akan mengurangi biaya logistik di Indonesia," kata Direktur Utama IPC, RJ Lino.
Dari segi pelayanan peti kemas, Pelabuhan Tanjung Priok melayani 1,4 juta TEUs kontainer atau mencapai 93 persen dari seluruh kontainer yang dilayani oleh pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan IPC.
Angka itu menunjukkan kenaikan layanan Tanjung Priok sebesar 13,6 persen dibanding tahun lalu.
Pada triwulan pertama 2012, perusahaan juga telah memulai kajian pembentukan sembilan anak perusahaan, yang pembentukannya akan dilaksanakan bertahap dalam lima prioritas.
Selain itu, IPC mengintensifkan penggunaan information communication and technology (ICT) untuk mempercepat terkoneksinya sistem kepelabuhan.
Setelah diterapkan di empat pelabuhan, IPC mulai menerapkan pembangunan aplikasi "car terminal" dan TPK Teluk Bayur yang memungkinkan pemilik kapal dan barang mengetahui jadwal sandar kapal serta bongkar muat barang, sehingga proses logistik di pelabuhan dapat menjadi lebih efisien.
Pendapatan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) selama triwulan pertama 2012 mencapai Rp1,27 triliun.
"Angka itu lebih tinggi 42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp894 miliar. Dari pendapatan tersebut perusahaan membukukan laba Rp513 miliar atau naik 45,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," demikian pernyataan tertulis IPC yang diterima di Jakarta, hari ini.
Pendapatan perusahaan diperoleh dari pendapatan jasa kapal, jasa barang, pengusahaan alat, pelayanan terminal, pelayanan terminal peti kemas, pengusahaan TBAL, fasilitas rupa-rupa dan kerja sama dengan mitra usaha.
Selain itu, IPC juga melakukan investasi Rp357 miliar pada triwulan pertama 2012 atau menyerap 8,32 persen anggaran investasi 2012 sebesar Rp4,3 triliun.
Beberapa investasi yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah penguatan dan pemasangan rel "gantry luffing crane" dan pekerjaan pembangunan lapangan peti kemas.
Di luar Pelabuhan Tanjung Priok, IPC melakukan investasi seperti perbaikan di Pelabuhan Pontianak, pengerukan pelabuhan Banten dan Bengkulu serta pembangunan "stock pile" batu bara di Pelabuhan Jambi.
IPC juga menambah 27 crane di lima pelabuhan untuk mempercepat proses bongkar muat barang dan pengadaan delapan kapal yang mendukung operasional pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh IPC.
Untuk pengembangan sumber daya manusia, IPC melaksanakan program pasca sarjana luar negeri atas biaya perusahaan yang dianggarkan hingga Rp576,05 miliar.
"Investasi yang kami lakukan, bertujuan untuk memperbaiki seluruh layanan pelabuhan agar kapal-kapal besar mau dan pasti datang ke pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC sehingga akan mengurangi biaya logistik di Indonesia," kata Direktur Utama IPC, RJ Lino.
Dari segi pelayanan peti kemas, Pelabuhan Tanjung Priok melayani 1,4 juta TEUs kontainer atau mencapai 93 persen dari seluruh kontainer yang dilayani oleh pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan IPC.
Angka itu menunjukkan kenaikan layanan Tanjung Priok sebesar 13,6 persen dibanding tahun lalu.
Pada triwulan pertama 2012, perusahaan juga telah memulai kajian pembentukan sembilan anak perusahaan, yang pembentukannya akan dilaksanakan bertahap dalam lima prioritas.
Selain itu, IPC mengintensifkan penggunaan information communication and technology (ICT) untuk mempercepat terkoneksinya sistem kepelabuhan.
Setelah diterapkan di empat pelabuhan, IPC mulai menerapkan pembangunan aplikasi "car terminal" dan TPK Teluk Bayur yang memungkinkan pemilik kapal dan barang mengetahui jadwal sandar kapal serta bongkar muat barang, sehingga proses logistik di pelabuhan dapat menjadi lebih efisien.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




